Saya Robinson Nainggolan,SH.MH. DIr, Exsekutif LSM TOPAN-RI DPW Lampung, mengecam keras tindakan seorang mantan anggota yang diduga mencatut nama organisasi dan bahkan mengaku sebagai asisten pimpinan berkeliaran untuk meminta-minta Uang ke Dinas/instansi/sekolah dan kepala Kampung bahkan ke Poktan-Poktan.
Oknum tersebut diketahui pernah bergabung dengan LSM TOPAN-RI, namun sudah lama diberhentikan karena tidak lagi sejalan dengan aturan dan Kode Etik lembaga. dan tidak beradab serta beretika di lapangan tandas Robinson.
masih di utarakan Robinson Nainggolan, S.H., menegaskan bahwa pihaknya tidak bertanggung jawab atas segala tindk-tanduk dan prilaku yang dilakukan oleh oknum tersebut.
“Dia itu sudah lama kami keluarkan. Tapi masih saja bawa-bawa nama TOPAN-RI dan bahkan ngaku asisten saya. Ini sudah mencemarkan nama baik teman-teman LSM dan wartawan yang bekerja profesional. Kami minta oknum itu segera ditangkap saja,” tegas Robinson saat dikonfirmasi, Jumat (31/10/2025).
Dugaan terbaru, oknum tersebut meminta transfer uang sebesar Rp1.000.000 kepada operator eksavator di wilayah Notoharjo dengan mencatut nama Gustiwan selaku Redaktur di salah satu media Online.
Hal tersebut kembali memantik Emosi Ketua TOPAN-RI,
Robinson menegaskan bahwa LSM TOPAN-RI tidak pernah menginstruksikan siapa pun untuk meminta atau menerima uang dalam bentuk apa pun dari pihak mana pun di lapangan.
“Kami bekerja untuk kontrol sosial dan pengawasan publik, bukan untuk mencari keuntungan pribadi. Kalau ada yang mencatut nama lembaga untuk minta uang, itu murni tindakan pribadi dan harus diproses hukum,” tambahnya.
Pihak DPD TOPAN-RI Lampung Tengah telah menginstruksikan seluruh jajarannya agar melapor ke aparat kepolisian jika mendapati tindakan serupa di lapangan.(Slamet Riyadi)

