Uang Gabah Tidak di Bayarkan,Petani Akan Laporkan Kepala Desa Trisno Mulyo Ke Polisi

“Hari ke lima hanya di bayar 20 juta , jadi kekurangan nya masih banyak 37 juta lagi di tambah belum biaya ongkos mobil yang harus di bayar pak Andes bearti sekitar 40 juta lagi,” ulasnya.

Upaya untuk menagih pun terus dilakukan, karena selaku pengepul Heri merasa sudah tidak tahan lagi di kejar oleh para petani. Dikarenakan penagihan melalui via telpon sudah tidak di respon meski aktif, via pesan WhatsApp juga tidak aktif lagi. Maka dirinya berupaya meminta tolong kepada Camat Batanghari Nuban pada Rabu 30 April 2025 ke kantor Kecamatan, namun Al hasil upaya meminta mediasi juga sia sia.

“Hari ini saya dan perwakilan petani yang menjual gabah meminta tolong kepada camat, karena pak camat tidak ada kami obrolkan kepada sekcam untuk bisa membantu kami memediasi kan,saat pak Andes di hubungi pak sekcam dirinya mengatakan akan bertemu dengan pak sekcam sore atau malam hari, namun kami tunggu sampai larut malam belum juga ada titik terang bahkan pak camat dan pak sekcam berulang kali menelpon tidak di angkat pak Andes, jadi hasilnya nihil,” terangnya.

Atas kejadian tersebut dirinya dengan para petani merasa di rugikan maka dalam waktu dekat akan melaporkan oknum kepala desa tersebut ke Polres Lampung Timur.

“Sudah hampir sebulan belum di bayar sudah capek juga saya di kejar para petani yang menjual gabah , bearti gak mau niat bayar dia, jadi saya dan para petani sepakat dalam waktu dekat apabila tidak di bayarkan kami akan melaporkan kejadian tersebut ke polisi,” ungkapnya.

Sementara itu Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Batanghari Nuban, Kabupaten Lampung Timur sudah berupaya untuk komunikasi yang pertama kali di respon oleh Andes kepala Trisno Mulyo, maka Andes menyepakati akan menemuinya pada sore atau malam hari. Namun, sampai tiba malam hari dirinya berulang kali menelpon tidak juga di angkat oleh Andes.

“Tidak mau di angkat,pak camat juga nelpon gak di angkat berapa kali sudah kami telpon, jadi kami selaku atasan di kecamatan berupaya untuk mediasikan, namun bagaimana lagi, karena kami berharap situasi di kecamatan Batanghari Nuban ini bisa baik baik saja, karena kami mediasi kan ini agar bisa di bina, kalau memang tidak bisa lagi ya di binasakan,” kata Dadi Pispa Amijaya Sekcam Batanghari Nuban, pada Rabu (30/4/2025).

Sayangnya sampai berita ini terbit kan upaya untuk konfirmasi Andes Kepala Desa Trisno Mulyo juga tidak di respon. (Tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *