Tersandra oleh Stigma Karena Salah Mengambil Sikap Dalam Pergaulan

Dampak stigma — Menyakiti perasaan seseorang, Ancaman untuk kesehatan masyarakat, memengaruhi prospek pekerjaan, memengaruhi keputusan perumahan, memengaruhi kualitas layanan kesehatan, memicu self-stigma (stigma diri)

Contoh stigma — Memberi label kepada seseorang, memberi stereotip kepada seseorang, mendiskriminasi seseorang, mengawasi seseorang secara terpisah, mengurangi status seseorang, menggunakan frasa “dia gila” untuk menggambarkan seseorang. Dilansir dari sumber lainnya, menurut umm.ac.id, stigma adalah bentuk prasangka yang mendiskreditkan atau menolak seseorang atau kelompok karena menganggapnya berbeda dari banyak orang secara umum. Hadirnya stigma dalam lingkungan sosial menimbulkan ketidaksetaraan sosial.

Jika diartikan lagi bahasa gaulnya  stigma adalah sebuah ketidak setujuan masyarakat terhadap sesuatu. contohnya adalah suatu tindakan atau suatu kondisi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, stigma adalah suatu ciri negatif yang ada dalam diri seseorang karena pengaruh lingkungannya.

Istilah stigma berasal dari bahasa Yunani kuno dan khususnya dari kata kerja «στίζω», yang berarti “mengukir, menandai sebagai tanda malu, hukuman, atau aib”. Dalam pemikiran kontemporer tentang stigma, karya Erving Goffman sangat penting.

Apa itu stigma psikologi?. Stigma adalah penggunaan label negatif untuk mengidentifikasi seseorang yang mengidap penyakit mental. Stigma merupakan hambatan dan membuat individu dan keluarga mereka enggan menerima bantuan yang mereka butuhkan karena takut didiskriminasi.


Proses terjadinya stigma yaitu masyarakat memandang sebagai sesuatu yang menyimpang, masyarakat cenderung berprasangka dengan pandangan tertentu tanpa melihat yang benar, sehingga masyarakat memberikan perlakuan yang bersifat membedakan sehingga munculnya stigma masyarakat terhadap sesuatu yang  negatif.

Cara  Mengurangi Stigma — Bicaralah secara terbuka tentang kesehatan mental . Media sosial telah menjadi ruang yang bagus untuk hal-hal positif. Didiklah diri Anda dan orang lain – tanggapi persepsi yang salah atau komentar negatif dengan berbagi fakta dan pengalaman. Sadarilah bahasa – ingatkan orang lain bahwa kata-kata itu penting. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *