“Delapan sumber Sebagai Akurasi Bukti Perjuangan Sang Ratu ,Tentara Portugis Ciut Nyali”
Dalam kisahnya yang mengisahkan keberadaan Ratu Kalinyamat itu, tentara Portugis justru ciut nyalinya menghadapi panglima perang Samodra dari Jepara.
Dokumen yang disimpan di dalam gereja tua di Portugal itu, sebagai bukti akurasi data hasil perjuangan panjang para pakar sejarah Srikandi Srikandi tanah air masa kini.
Peran serta mahasiswa tanah air yang bertemu seorang ilmuwan yaitu profesor Vitor Rui Gomes Teixeira adalah pengajar di Sekolah Seni Fakultas Teologi dan Sekolah Bisnis Porto di Portugal.di Universidade Católica Portuguesa (UCP) Porto, Portugal adalah sekolah yang meneliti tentang sejarah Portugis di Malaka.
Dokumen-dokumen sejarah itu, oleh para misionaris yang pada waktu itu bukan hanya mendampingi bangsa Portugis berlayar, tapi juga menjadi juru tulis (penulis-jurnalis) yang mencatat berbagai peristiwa yang terjadi selama berlayar . Dalam salah satu dokumen dituliskan momen-momen saat para tentara Portugis ketakutan menghadapi perempuan petarung bernama Ratu Kalinyamat.
“Kapal Perang Induk Jawa Hantu Laut Milik Ratu Kalinyamat “
Dalam catatan itu bahwa tentara Portugis ketakutan ciut nyalinya saat melihat kapal perang Ratu Kalinyamat datang menyerang Portugis sebagai hantu laut(marinir).Dikisahkan dalam dokumen-dokumen itu sekitar tahun 1.500 menjelang awal tahun1.600-an,Ratu Kalinyamat bertempur sangat heroik memimpin pasukan armada angkatan laut Jawa yang berada di benteng garda depan, hebatnya lagi Sang ratu,mampu membuat dan melakukan mobilisasi dengan kerajaan-kerajaan di luar wilayahnya agar bergabung menyerang dan menghadang Portugis agar tidak bisa masuk ke jawa (Indonesia Nusantara). Liciknya lagi kaum penjajah itu,masuk ke Indonesia setelah Ratu Kalinyamat meninggal.
“Ratu Kalinyamat Ratu Kaya Di Jawa”
Ratu Kalinyamat adalah salah satu tokoh perang laut Malaka tahun 1500-an ,beliau sudah hebat membuat percaturan politik kemaritiman itu berbeda.Bahkan Ratu dari Jepara itu sangat kaya raya dan berkuasa juga menakutkan dengan nyalinya yang tak gentar menghadapi lawan lawanya. Dari bukti delapan sumber yang menulis dalam catatan penyerangan pasukan Ratu Kalinyamat ke Malaka dan Maluku ternyata dicatat orang Portugis yang bernama
Franscisco Peres Diogo dan kawan kawannya.
Penyerangan pasukan Ratu Kalinyamat ke Malaka dan Maluku yang dicatat oleh orang-orang Portugis. Dan Sultan dari Johor (Malaysia) minta bantuan tentara Jawa dan diberangkatkan dengan 5.000 hingga 6.000 prajurit angkatan laut,serta dibantu prajurit-prajurit dari kerajaan yang bersekutu,pasukan itu membentuk satu armada dengan berisi prajurit-prajurit pilihan dengan armada mencapai 200 kapal laut (navigasi), dibarengi 40 kapal besar (Jung) kiriman Ratu dari Jepara, yang kaptennya sebagai orang tangguh, yaitu Adipati’, yang membawa pasukan 4.000 sampai 5.000 tentara siap tempur dan menduduki bagian kota yang dihuni para pedagang dari Keling, Arab, dan Tiongkok, serta banyak warga lain, di mana mereka mengambil banyak muatan emas, perak, dan sutra, sandal dan banyak pakaian, serta porselen yang tidak sedikit. Pada masa itu,mereka pun mengambil lebih dari dua puluh ribu jiwa, di antaranya beberapa umat Kristen yang memiliki rekening emas, tentang catatan penyerangan pasukan Ratu Kalinyamat ke Malaka dan Maluku yang dicatat oleh orang-orang Portugis .Mengirim orang-orangnya bersama dengan prajurit-prajurit Aceh. Ratu Kalinyamat menyetujui rencana Aceh dan memberikan instruksi untuk berpura-pura menghentikan pasukan,dan rencana persiapan untuk memberikan bantuan pada Aceh.
Tahun 1674 pasukan Ratu Kalinyamat yang dipimpin Jenderal Quiadaman Kepala Staf angkatan laut Jawa, Laksamana Demang. laksamana memimpin 15.000 personel dengan 80 kapal besar dan lebih dari 220 perahu lengkap dengan amunisinya. Pada bulan Oktober Sang Ratu Jepara menebar ancaman dengan mengepung kota yang yang diduduki Portugis dipimpin Jenderal Quiaidaman, dengan pengerahan pasukan 15.000 prajurit dengan 80 kapal besar dan lebih dari 220 perahu yang dilengkapi dengan amunisi meriam. Dari berbagai sumber : (Penulis adalah pecinta sejarah serta jurnalis 1997 sampai sekarang).
Baca Berita, Artikel, Opini yang lainnya..

