Srikandi Samudra Asal JeparaPahlawan Bagi Bangsa Dan Negara Hingga Kondang Ke Manca Negara

Dari dulu setelah sang Petarung maritim samudra Retno Kencono wafat, sudah pantas diberi kehormatan sebagai gelar pahlawan nasional. Putri cantik Raja Sultan Trenggono penguasa Demak itu sudah tepat menyandang gelar pahlawan,sejajar dengan pahlawan pahlawan srikandi Nusantara,seperti Cut Nya Dien dari Aceh,Dewi Sartika dari Jawa Barat, Maria Walanda Maramis dari Minahasa Sulawesi Utara dan Nyai Ageng Serang dari Purwodadi Jawa Tengah,juga Nyai Ahmad Dahlan dari Jogjakarta.

Meski berjalannya waktu dan proses panjang yang melelahkan para pakar sejarah untuk mengusung dan mendorong sang pendekar dari tlatah Jepara yang anti penjajah itu, akhirnya terwujud juga dan negarapun hadir memberi kehormatan bagi Srikandi jungpara yang pemberani serta tak gentar dengan penjajah manapun.

Perjuangan tim para pakar Ratu Kalinyamat pahlawan nasional,yang sejak tahun 2018 silam, terus diperjuangkan serta wajib diakui sebagai pahlawan nasional,para pejuang penelusur sejarah perjuangan heroik Srikandi Samodra asal Jepara (Retno Kencono) yang kondang dengan jejuluk Ratu Kalinyamat itu, justru inisiatornya bukan asli jepara melainkan putra lain daerah.Siapa dia? Ya..Lestari Moerdiyat alias Mbak Rere dengan Yayasan nya berinisiasi,Ratu Kalinyamat hukumnya wajib menjadi pahlawan nasional.

“Ada Srikandi Pengamat Militer Penelusur Sejarah Aksi Heroik Ratu Kalinyamat Di Lain Pihak Ikut Ikutan “

Setelah Sang Srikandi maritim Samodra Ratu Kalinyamat yang penjelajah laut Malaka dari penguasa Jepara mendapat gelar pahlawan adalah leluhurnya masyarakat Jepara seta leluhurnya bangsa dan negara juga rakyat Indonesia, tak sedikit yang ikut nimbrung pingin dikenal via dunia maya,misalnya saja meski ngakunya sebagai pewarta tak mampu andil punya greget menghormati bahkan menguatkan jejaring komunikasinya kepada pihak pihak serta institusi negara.
Justru tak mampu dari pikir dan tenaga nya demi perjuangan leluhurnya sebagai satria kusuma bangsa. Padahal pewarta, yang kondang disebut profesi wartawan,dan jurnalis adalah obor penyemangat, juru konsep serta ide bahkan sebagai agen sebuah perubahan serta peradaban. Meski demikian yang ngaku wartawan lokal hanya sekedar uforia saja, tak mampu berpikir bagaimana para leluhurnya berjuang demi bangsa dan negaranya hingga tetesan keringat dan darah menyabung nyawa demi anak cucunya di bumi Jepara dan diseluruh Nusantara.

Perjuangan dan kerja ekstra keras mbak Rere yang wakil ketua MPR-RI itu, berhasil membentuk sebuah tim yang beranggotakan ahli ahli sejarah ada Prof. Dr. Ratno Lukito sebagai Ketua tim, dengan beranggotakan Dr Alamsyah Dr Chusnul Hayati , juga ada Srikandi pengamat militer Indonesia ,mantan istri Pangkostrad 1999 -2000 Letnan Jenderal Jaja Suparman yaitu Dr Connie Rahakundini Bakrie , dan Dr Irwansyah ,perjuangan dan waktu panjang akhirnya sukses bertepatan tanggal 10 November 2023 Retno Kencono atau Ratu Kalinyamat resmi mendapatkan gelar pahlawan nasional.

“Sejarah Membuktikan Ratu Kalinyamat Sang Petarung Samodra Dari Jepara”

Pada tahun kekuasaan Retno Kencono (Ratu Kalinyamat)1521-1546.Pada usia remaja Sang ratu muda sempat dinikahkan dengan Pangeran Kalinyamat.
Pangeran Kalinyamat asalnya dari luar Jawa.Memang ada berbagai versi tentang asal-usul suaminya. Bahkan masyarakat Jepara menyebut dengan nama Win-tang, adalah saudagar dari tanah Tiongkok cina,yang bernasib naas mengalami kecelakaan di tengah-tengah lautan, akhirnya Win Tang terdampar di pantai jungpara (Jepara) kemudian sempat berguru pada Djafar Sodiq (Sunan Kudus).

Bahkan ada versi pihak lain menyebut Win-tang berasal dari Aceh dengan jejuluk Pangeran Toyib,yaitu putera dari Sultan Mughayat Syah raja Aceh tahun kekuasaan 1514-1528. Pangeran menjelajahi negeri satu ke negeri lainnya seperti Tiongkok ,bahkan Toyib pernah menjadi anak angkat bangsawan menteri pada masa Tjie Hwio Gwan berkuasa. Akhirnya Win-tang alias Toyib berganti nama adalah ejaan bahasa jawa arti dari nama Tjie Bin Thang adalah Toyib.

Kemudian Win-tang dan ayah angkatnya itu pindah ke pulau jawa wilayah perairan laut Jepara dibawah kekuasaan Ratu Kalinyamat. Kemudian Win-tang (Toyib) mendirikan sebuah desa bernama Kalinyamat dan sempat mengajari seni budaya ukir kepada masyarakat Kalinyamatan,kemudian Pangeran Toyib bisa menikahi Retno Kencono putri Sultan penguasa Demak Bintoro, setelah menjadi keluarga Kesultanan Demak Win-tang diberi nama Pangeran Kalinyamat dan istrinya Retno Kencono dijuluki Ratu Kalinyamat , serta Win-tang alias Pangeran Toyib diberi gelar Pangeran Hadiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *