Selanjutnya pada tahun 2023 Mahkamah Agung telah berhasil menyelesaikan denotasi perkara sebanyak 28.422 perkara dari jumlah ilustrasi perkara tersebut sebanyak 27.060 perkara atau sebesar 58,89% diselesaikan dalam waktu kurang dari 3 bulan. Berdasarkan data di atas maka hal itu menunjukkan bahwa kinerja penanganan perkara pada Mahkamah Agung tahun 2023 telah jauh melampaui target yang ditetapkan dan sebagian besar merupakan capaian kinerja tertinggi yang pernah dicapai sepanjang berdirinya mahkamah agung.
Untuk gambaran kerja pengadilan tingkat banding pada 4 lingkungan peradilan dan pengadilan pajak akan saya uraikan sebagai berikut beban perkara pada tahun 2023 sebanyak 57.158 perkara yang terdiri dari perkara masuk sebanyak 2.670 perkara ditambah dengan sisa perkara Tahun 2022 sebanyak 14.528, perkara dari jumlah tersebut yang telah diputus oleh pengadilan tingkat banding dan pengadilan pajak adalah sebanyak 43.000.832 perkara. Dengan demikian rasio produktivitas penyelesaian perkara pada pengadilan tingkat banding dan pengadilan pajak adalah sebesar 76,67% atau meningkat sebesar 3,87% dari Tahun 2022.
Sedangkan untuk gambaran kinerja penanganan perkara di pengadilan tingkat pertama pada 4 lingkungan peradilan. Beban perkara tahun 2023 sebanyak 2 juta 845.784 perkara terdiri dari perkara masuk sebanyak 2.786.000 73 perkara ditambah sisa perkara Tahun 2022 sebanyak 59.000.711 perkara dari jumlah tersebut perkara yang diputus oleh pengadilan tingkat pertama sebanyak 2 juta 724.345 perkara dan perkara yang dicabut sebanyak 57.000.57 perkara, sehingga sisa perkara pada tahun 2023 adalah sebanyak 63.932 perkara dengan demikian rasio produktivitas memutus perkara di pengadaan tingkat pertama pada 4 lingkungan peradilan adalah sebesar 97,75%.
Selain gambaran penanganan perkara secara umum kami juga akan menguraikan tentang. Atau ikon sebagai berikut pada tahun 2023 jumlah perkara perdata, perkara perdata agama, perkara tata usaha negara yang didaftarkan melalui aplikasi ikon di pengadilan tingkat pertama sebanyak 313.000.947 perkara atau meningkat sebesar 10,86% dibandingkan Tahun 2022 dari jumlah tersebut sebanyak 311.000 615 perkara atau sebesar 59,26% telah berhasil disidangkan secara ideal atau meningkat sebesar 9,95% dari tahun 2002.
Sementara itu para pengadilan tingkat banding jumlah perkara banding yang telah didaftarkan dengan menggunakan aplikasi ikon pada tahun 2023 adalah sebanyak 6.644 perkara dari jumlah perkara yang terdaftar ditambah dengan sisa perkara tahun yang lalu maka sebanyak 4.684 perkara telah selesai diputus secara indikasi jumlah pengguna daftar dan pengguna lainnya yang menggunakan layanan berikut sampai dengan tanggal 1 Desember 2003 tercatat sebanyak 594.816 pengguna yang terdiri dari 239.000.584 pengguna terdaftar di kalangan muka dan 354.832 pengguna lainnya dari kalangan perorangan pemerintah badan hukum.
Berdasarkan data yang diuraikan di atas maka jumlah perkara yang didaftar dan diselesaikan elektronik jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna layanan peradilan elektronik. Hal ini sebagai dampak positif dari percepatan implementasi sistem peradaban elektronik ketika terjadinya perkara semua penyelesaian perkara akan bermigrasi dari penyelesaian perkara secara konvensional ke penyelesaian perkara secara elektronik.
Mahkamah Agung juga terus mendorong upaya penelitian perkara secara damai melalui proses mediasi bagi perkara perdata dan perkara perdata agama serta penyelesaian secara dispersi bagi perkara kita pidana anak-anak selama tahun 2023 terdaftar 26.739 perkara yang berhasil didamaikan oleh proses mediasi atau mengalami kenaikan dari Tahun 2022 sebesar 34,16%. Sedangkan untuk perkara tindak pidana anak yang berhasil menempuh proses diversi sebanyak 465 perkara yang mana rasio keberhasilannya meningkat 8 kali lipat dari keseluruhan perkara tindak pidana anak yang dilakukan diversi pada tahun 2020 sementara itu dalam rangka mendukung program pemerintah untuk kepemudahan berusaha di Indonesia.
Mahkamah Agung juga terus melakukan optimalisasi terkait kebijakan-kebijakan dapat mendorong dengan nilai gugatan kecil melalui mekanisme gugatan sederhana atau semua pada tahun 2023 terkadang gugatan sederhana yang berhasil diselesaikan Pengadilan Negeri sebanyak 6.453 perkara sedangkan perkara gugatan sederhana terkait sengketa ekonomi syariah yang berhasil diselesaikan oleh pengadilan agama maka massanya sebanyak 206 perkara. Dalam rangka memberikan kepastian hukum dan menghindari adanya pertentangan di antara dua putusan terhadap suatu perkara yang intinya sama Makamah Agung saat ini mulai mengembangkan suatu teknologi informasi berbasis kecerdasan buatan sebagai isi sistem sport atau DSS yang dapat memberikan informasi sedini mungkin tentang kemungkinan kesamaan suatu perkara dengan perkara lainnya. Sistem ini sedang diujicobakan pada 4 lingkungan peradilan di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. 2024 DSS tersebut sudah dapat direplikasi secara nasional selanjutnya saya akan menyampaikan mengenai tingkat kepuasan publik terhadap putusan pengadilan yang salah satunya diukur dari perbandingan jumlah upaya hukum yang diajukan pada masing-masing tingkat peradilan dengan jumlah perkara yang diputus oleh tingkat peradilan yang tersangka di ruang perkara yang disidangkan dengan acara pemeriksaan cepat perkara pelanggaran lalu lintas atau tilang perkara perdata permohonan selamat tahun 2023 yang diajukan upaya hukum banding tercatat sebanyak 27.572 perkara atau sebesar 4,57% dari jumlah keseluruhan perkara yang diputus oleh pengadilan tingkat pertama hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat kepuasan para pihak terhadap putusan pengadaan tingkat pertama adalah sebesar 95,43%.
Sebanyak 16.719 perkara atau sebesar 55,04% dari keseluruhan perkara yang diputus oleh pengadilan tingkat banding atas tersebut menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pada pihak atas putusan pengadaan tingkat banding adalah sebesar 44,96% sedangkan pada tingkat kasasi keputusan yang diajukan peninjauan kembali sebanyak 2040 perkara atau sebesar 12,22% dari keseluruhan utusan kasasi hingga ke tingkat kepuasan.
Pada putusan kasasi adalah sebesar 87,78% untuk jumlah pidana denda dan uang pengganti berdasarkan keputusan-putusan yang berkekuatan hukum tetap pada perkara pelanggaran lalu lintas, perkara tindak pidana korupsi perkara narkotika perkara kehutanan, perkara Perlindungan Anak perkara pernikahan perkara pencucian uang dan perkara lainnya. Saya akan uraikan sebagai berikut : Uang pengganti berdasarkan putusan Mahkamah Agung adalah sebesar 61 triliun 47 miliar 546 juta 134.000.553 Sedangkan jumlah denda dan uang pengganti berdasarkan Kkeputusan pengadilan tingkat pertama yang berkekuatan hukum tetap di lingkungan peradilan umum adalah sebesar 52 triliun 751 miliar 65 juta 9008.1044 dan Peradilan Militer sebesar 260 miliar 1090 juta 291.912 .
Selain itu mahkamah agung juga telah memberikan kontribusi bagi penerimaan keuangan negara yang berasal dari penarikan PBB. 721.874.433
Tentang prestasi yang diraih Mahkamah Agung selama tahun 2023 sebagai berikut selama tahun 2023 Makamah Agung telah berhasil mendapatkan berbagai prestasi dan penghargaan yang membanggakan.***

