“Tujuan penulisan buku ini adalah memperkaya literasi budaya lokal serta melestarikan pengetahuan adat agar tidak hilang di generasi mendatang,” ujar Paulus.
Ia menambahkan bahwa laporan pendahuluan ini menjadi wadah untuk menerima masukan dari berbagai pihak, baik tokoh adat, sesepuh masyarakat, maupun penulis lokal.
Dukungan penuh datang dari Pemerintah Daerah melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Barat, R.L. Bandarsyah, yang mengapresiasi langkah sinergis antara masyarakat adat dan lembaga kebudayaan.
“Kami menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan ini. Penulisan buku-buku kebudayaan menjadi upaya nyata dalam mendokumentasikan sejarah dan nilai-nilai kearifan lokal yang sangat berharga bagi generasi penerus,” ungkap Bandarsyah.
No. Judul Buku Penulis
- Pelangi Sendawar – Kumpulan Cerita Rakyat Kutai Barat Fidelis Nyongka
- 101 Nasihat Bijak dalam Ritual Perkawinan Adat Dayak Benuaq Paulus Kadok
- Pesan Eskatologis dalam Ritual Kematian Dayak Benuaq Simon Seboraga
- Monaq dan Ringeng Jilid II Fidelis Nyongka
- Sejarah Lamin Tolan, Mancong, Benung dan Pepas Eheng Fidelis Nyongka
- Strategi Pembangunan dan Pelestarian Adat serta Hukum Adat Budaya Rentenuukng Berbasis Komunitas Lokal Dr. Jumri Yedi, M.Pd
- Sejarah Kampung-Kampung di Kawasan Linggang Inosensius Syukur
- Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutai Barat bersama masyarakat adat dan lembaga kebudayaan berkomitmen menjaga dan memperkuat jati diri daerah melalui literasi budaya.
- Melalui penulisan buku-buku tersebut, diharapkan masyarakat Kutai Barat tidak hanya mengenal, tetapi juga bangga dan berpartisipasi aktif dalam melestarikan warisan budaya yang telah membentuk peradaban lokal sejak dahulu kala.

