Baru baru ini,geger masyarakat petani tambak udang Karimunjawa,ramai dalam peristiwa menghiasi disejumlah media jagat maya,hingga beramai ramai ke Senayan gedung Nusantara, masyarakat yang tergabung paguyuban petani tambak udang hingga tergabung masyarakat Karimunjawa bersatu (MKB).Ada apa disana digedung Nusantara,via jalur politik,suara masyarakat Karimunjawa pingin didengarnya oleh para wakil wakil rakyatnya yang duduk disinggasana.
Jalur politik yang ditempuh disebut belum dinamis,sebab ada kepentingan dari pesan pesan penting anggota dewan kepada utusan masyarakat petani tambak Karimunjawa yang ditunjuk aspirasi dari masyarakat lewat jalur politik memang menjadi tawar menawar dari kepentingan,artinya para Politisi berpesan kepada akar rumput,ikut turut memenangkan pasangan calon presiden yang diusungnya.Meski jalur politik yang dilalui tersebut bertentangan dengan masyarakat, dengan siapa calon presiden wakil presiden yang dipilihnya.
Panggung perpolitikan memang menunjukkan kenyataan dengan pembuktian adanya “BANYAK KEPENTINGAN BERMAIN”.
Jalur politik via petugas partai dari Banteng moncong putih bermata merah,agenda itu terlaksana hingga lima menit suaranya didengar di ruang rapat komisi II.
Namun pada kenyataannya suara akar rumput petani tambak karimunjawa bukan bersuara Ganjar-Mafud,namun bersuara Prabowo -Gibran.
Meski demikian suara akar rumput, adalah suara tuhan,meski berbeda pilihan, politisi wajib mendengarkan aspirasi dari hamba hamba tuhan yang telah bertekad mencari keadilan dari dampak arogansi aparat pemerintahan.
Panggung Politik adalah panggung pertunjukan, bagai drama dan sinetron dengan sejumlah aktor bahkan para pemainnya.
Kita semua bisa melihat panggung drama politik di Indonesia,coba kita semua masih ingat pada pilihan presiden 2009 tahun yang lalu, dimana Megawati berpasangan dengan Prabowo, akhirnya juga berubah menjadi seteru politiknya hingga sekarang.Bahkan Fadli Zon politisi partai berlogo kepala Garuda itu telah menjadi juru kampanye tim pemenangan Jokowi -Ahok pada pilihan gubernur DKI Jakarta 2012,ada juga Anies Baswedan bagian dari timsesnya Jokowi -JK kini justru malah menjadi rival politiknya.Demikian juga partai Demokrat rival dari capres Prabowo Subianto, yang kini malah merapat kekubu Gerindra.Bahkan kita masih ingat SBY adalah menterinya pada masa Megawati ,yang akhirnya SBY menjadi capresnya Demokrat dan berseteru dengan Megawati hingga kini.Pada pilpres sebelumnya ada JK -Wiranto melawan SBY -Budiono yang pernah didukung oleh Aburizal Bakrie,meski Bakrie juga pernah dekat dengan Prabowo yang kompetitornya.
Naah kita bisa melihat dengan Amien Rais yang unik lagi,Dia salah satu inisiator yang mengkudeta Gusdur saat jadi Presiden dengan Megawati sebagai wapresnya, lengsernya Gusdur otomatis menaikkan Megawati sebagai Presiden ke Lima.Amien juga dipilpres berikutnya yang berupaya melawan SBY dan Prabowo pada pilpres 2004 dan 2009 juga saat pilkada DKI 2012 .
Itulah kepentingan politik, TIDAK ADA KAWAN ABADI, TIDAK ADA MUSUH SEJATI”itulah politik, politik merupakan permainan dinamis.Bisa berubah atas nama kepentingan pada saat saat tertentu.
Maka tak heran, jika masyarakat yang terdampak kebijakan yang tak berpihak pada akar rumput,mekanisme jalur politik tentunya penuh permainan, hingga bahkan jalur hukum perlu waktu dalam proses tindakannya.Antara pilihan jalur politik dan jalur hukum adalah perpaduan dalam dinamika Demokrasi,jika hukum dipenuhi intervensi politik maka hancur dalam tatanan bernegara,namun penegak hukum dalam berpolitik maka akan tentu mendapatkan suatu jabatan dengan kekuasaan.
Semoga masyarakat petani tambak udang Karimunjawa aspirasi didengar oleh Penguasa tanpa ada syarat syarat nya.(penulis adalah pemerhati profesi,sosial sedikit politik dan jurnalis 1997 hingga sekarang)

