Tanpa membedakan status sosial apakah itu Pak Ogah, Tukang Parkir, Tukang Becak, Tukang Kupat Tahu dan pemilik warung. Semua membaur dan saling mengisi termasuk menghibur. Rasa senasib sepenanggungan telah menyatukan dan menggumpalkan permasalahan mereka menjadi sebuah irama orkestra yg bisa dinikmati. Meski terkadang sumbang dan tidak diketahui dimana dan kapan ujungnya harapan.
Pages: 1 2

