Tampak Kapolri memakai Blangkon diacara Wiwitan Pasa II sebagai simbolis kebanggaan masyarakat yogyakarta. Dengan kehadiran Kapolri diacara tersebut yang digelar pameran kesenian melalui stand kuliner, barang antik, seni rupa, dan seni budaya lainnya menjadi tambah semakin semarak.
“Kegiatan ini merupakan manifestasi terhadap sinergitas seni budaya, religi, dan perekonomian yang diharapkan mampu menjadi ajang partisipasi bagi kita semua, mahasiswa, pemusik jalanan, penggiat budaya, dalam melestarikan budaya adiluhung serta dalam rangka turut menjaga karya para pelukis dan fotografer di Yogyakarta,” kata Suwondo
Gandeng Renteng – Kumandange Pasar menjadi momentum dalam menumbuhkan saling kerjasama dan menghargai untuk menuju kerukunan serta mengumandangkan kerja produktif dan diharapkan dapat menjadikan media strategis membangun kerukunan dan silaturahmi di masyarakat. Yogyakarta merupakan daerah istimewa yang banyak menyimpan sejarah besar.
Suwondo menyampaikan, Wiwitan Pasa ini menjadi sebuah media ekspresi masyarakat dari berbagai kalangan seni, budaya, serta sebagai media peningkatan ekonomi masyarakat melalui UMKM. “Wiwitan Pasa 2024 ini terdiri dari pasar kangen, pameran seni rupa, dan juga kegiatan seni yang diisi oleh para mahasiswa,” imbuhnya.
“Harapannya acara ini bisa menghidupkan kegembiraan bersama masyarakat dari semua kalangan melalui seni dan budaya,” ungkap Suwondo.***

