Keluhan serupa disampaikan Juna, suami dari Ibu N. Saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, ia mengungkapkan bahwa dirinya telah menguras sumur hingga kering sebanyak tiga kali dalam sehari, namun hasilnya nihil.
“Saya panggil tukang untuk bersihkan total, mulai dari lumpur dasar sumur sampai tangki air. Sudah enam kali dikuras tapi bau tak sedap masih ada. Bahkan setelah diperiksa, salah satu mata air di dalam sumur mengeluarkan bau menyengat,” terang Juna.
Ia menambahkan bahwa dirinya telah menemui pihak pengelola BGN untuk menyampaikan keluhan tersebut. Namun, tanggapan yang diberikan dianggap tidak serius.
“Mereka hanya bilang cukup ditabur tawas 10 kilogram, nanti hilang sendiri baunya. Tapi sampai sekarang mereka tak memberi bantuan apa pun. Semua saya tanggung pakai uang pribadi,” tutupnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Badan Gizi Nasional (BGN) belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan pencemaran lingkungan tersebut. Warga berharap instansi terkait segera turun tangan agar permasalahan ini tidak terus berlarut.

