Ketua DPD PGK lampung tengah, Hefki aburizal, menduga, Ada keterlibatan wakil bupati lampung sebagai pasangan calon pada saat kampanye “beliau sebagai wakil ndak mungkin ndak mengetahui atau pembagian wilayah, dan otomatis pak Komang harus diperiksa secara intensif,” kayta hefki.
Hefki juga menambahkan bahwa “pelaporan dana kampanye Ardito – Komang 2024 sebesar Rp. 500.000.000,- di komisi pemilihan umum (KPU) lampung tengah “yang gak masuk akal dengan biaya segitu kok bisa, sedangkan fakta hari ini berbeda,” imbuhnya.
Saat ini KPK masih mendalami kasus yang terjadi di Lampung Tengah terkait dengan siapa saja yang diduga terlibat dan dilakukan penggledahan. PGK Minta Wakil Bupati Komang Diperiksa Secara Intensif.
Hefki meminta KPK mengaudit dan memeriksa secara mendalam kepada wakil bupati lampung tengah, I Komang Koheri “harus, biar kasus korupsi ini terbuka secara terang – benderang karena selasa kemarin juga ruang beliau sudah diambil beberapa domentasi oleh penyidik KPK” tegasnya.
Hefki juga meminta mentri dalam negeri (Mendagri) menonaktifkan wakil bupati lamteng, I Komang koheri buntut hutang Dana kampanye “Terakhir yang ingin kami sampaikan kepada masyarakat, bahwa mendagri harus mendengar atensi masyarakat, karena bupati Ardito berpasangan dengan I Komang Koheri, tentu ada konspirasi atau perjanjian politik pada saat kampanye” tutupnya. (Tim)

