“Kami telah menelusur kebenaran rumor tersebut ketika mengkonfirmasi ke beberapa Kantor dan dinas bertemu dengan pejabat yang mempunyai kewenangan, ternyata benar ada salah satu pejabat yang sepertinya ada rasa takut untuk menjawab pertanyaan kami. Intinya ada pihak ketiga yang dekat dengan Bupati dan wakil Bupati yang punya andil besar memberi bisikan politis dan mempengaruhi kebijakan,” Ungkap Ketua PWRI Lampung.
Menurut Ferry Arief, visi misi Berbenah Lampung Tengah jika pola yang di jalankan kepala daerah tidak searah dengan kebijakan yang transparan dan tidak mendengarkan suara masyarakat akan tidak sesuai dengan harapan.
Mengutip filosofi kearifan lokal Lampung Tengah, Pejabat pemangku kebijakan Lampung Tengah harus mengerti dan memahami serta menerapkan, PETUWO LIMO (Filsafat nenek moyang) penduduk lokal
- Nemui nyimah ( ramah tamah)
- Nengngah nyappur ( tidak membeda beda kan, di dalam pergaulan)
- Sakai Sembayan ( tolong menolong)
- Pi’il, Sengngirei ( beradab)
- Bejukuk Be’ad’ek ( rasa mencintai dan, adat istiadat Senin budaya Lampung Tengah).
“Lampung Tengah berbenah jangan sampai ternoda oleh kepentingan segelintir kelompok yang tidak memperhatikan asas demokrasi ekonomi”, Himbau Ferry Arief
Demokrasi ekonomi adalah sistem ekonomi yang berlandaskan pada prinsip-prinsip demokrasi, yaitu kebebasan, kesetaraan, dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan perekonomian. Asas-asas demokrasi ekonomi mencakup prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional. (Red)

