IBU PERTIWI DAN KEMERDEKAAN YANG TERLUKA


Saat ini aku tak mampu menulis keindahan nuansa negeri ku.

Tangan-tangan serakah telah merampas sejuta pesona alam ku.

Bukit hijau nan asri kini kokoh bertengger gedung-gedung tinggi.
Jernihnya air kali nan segar kini pekat tercemar limbah-limbah pabrik.

Jadi, mana mungkin aku bisa menulis nya?
Sedang mata ku terbelalak menatap kerusakan dimana-mana.

Yang ku tahu Ibu Pertiwi sedang bersedih di balik senyum palsu.

Lirih tangisnya menetes membasahi ruang-ruang jiwaku.

Merdeka !!!
Merdeka !!!

Benarkah kita sudah Merdeka?

Mengapa Ibu Pertiwi terus terluka?

Lupakah kita akan ceceran darah para pejuang dahulu?

Butakah kita melihat dan membaca sejarah dahulu?

Sebentar lagi akan tiba perayaan di berbagai pelosok Negeri ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *