Visi pembangunan Lampung 2025–2030, yakni Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas, menurut Gubernur, hanya dapat diwujudkan jika seluruh kabupaten dan kota berperan aktif. Gubernur meminta Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran ikut mendukung tiga misi atau Tiga Cita: pertumbuhan ekonomi inklusif, penguatan SDM unggul, serta peningkatan kehidupan masyarakat yang berkeadilan.
Gubernur juga menekankan pentingnya mendukung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang menjadi prioritas pemerintah provinsi. Program itu meliputi penguatan BUMDes, penyediaan pupuk organik berbasis koperasi, dan stabilisasi harga bahan pokok dengan mengutamakan produk lokal.
“Pesawaran memiliki potensi besar, terutama di sektor pertanian dan pariwisata. Jika potensi ini dikembangkan dengan strategi yang tepat, kontribusinya akan signifikan terhadap pembangunan Lampung,” ujar Gubernur.
Gubernur juga menekankan, organisasi seperti PKK, Posyandu, dan Dekranasda bukan sekadar pelengkap. Menurutnya, lembaga ini memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di bidang kesehatan keluarga, pemberdayaan ekonomi kreatif, dan kerajinan daerah.
Ke depan, kolaborasi pemerintah daerah dengan organisasi masyarakat harus diperkuat. Masyarakat menunggu hasil nyata, bukan sekadar program di atas kertas,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Gubernur juga memberi perhatian pada pengelolaan aparatur sipil negara di Pesawaran. Gubernur meminta Nanda Indira dan Antonius menerapkan sistem merit dalam manajemen ASN, yakni berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja.
“Bangunlah iklim kerja yang profesional, harmonis, dan penuh semangat pelayanan. ASN adalah ujung tombak penyelenggaraan pemerintahan di daerah,” tegasnya.
Pelantikan tersebut sekaligus menjadi momen peralihan kepemimpinan dari bupati sebelumnya, Dendi Ramadhona, dan wakilnya, Marzuki, kepada Nanda Indira dan Antonius Muhammad Ali. Serah terima jabatan dilakukan usai prosesi utama.
“Kurniawan Gusrizal,S.pd”

