CBD telah menarik perhatian dalam penelitian medis karena potensi efek terapeutiknya. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa CBD dapat membantu mengurangi gejala-gejala seperti kecemasan, depresi, nyeri kronis, dan bahkan epilepsi. Namun, lebih banyak penelitian masih diperlukan untuk memahami sepenuhnya potensi penggunaan medis CBD dan efek sampingnya.
Moderator dalam diskusi dan sesi tanya jawab adalah Stephanie Tabashneck, PsyD, JD, seorang Senior Fellow of Law and Applied Neuroscience di Center for Law Brain and Behavior di Harvard Medical School dan Petrie-Flom Center, serta seorang Psikolog Berlisensi yang juga menjabat sebagai Direktur Brain InCite Neurolaw Library.
Acara ini merupakan bagian dari Project on Law and Applied Neuroscience, yang merupakan kolaborasi antara Center for Law, Brain and Behavior di Massachusetts General Hospital dan Petrie-Flom Center for Health Law Policy, Biotechnology, and Bioethics di Harvard Law School, dengan dukungan dari Harvard University.
Hadirnya delegasi DPD GRANAT Provinsi Lampung dalam acara ini mendapat dukungan penuh dari H. Tony Eka Candra, Ketua DPD GRANAT Provinsi Lampung, yang melihat kehadiran mereka sebagai langkah penting dalam memahami dan merespons perubahan-perubahan yang terjadi dalam ranah hukum dan kebijakan terkait dengan penggunaan ganja. Diharapkan bahwa pengalaman ini akan menjadi landasan bagi upaya-upaya lebih lanjut dalam memajukan pemahaman dan kebijakan terkait dengan masalah ini.
Kepada awak media Tony mengatakan sikap GRANAT sampai saat ini tidak sepakat dan menolak Ganja digunakan untuk kepentingan medis, karena bertentangan dengan UU Nomor 35 Tahun 2009, bahwa “Narkotika Golongan I dilarang digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan.” Dalam lampiran UU Nomor 35 Tahun 2009, ada 65 jenis narkotika golongan I. Beberapa di antaranya tanaman ganja, tanaman koka, opium, kokaina, heroina dan lainnya.
“Legalisasi ganja disinyalir hanya untuk kepentingan kelompok tertentu yang berusaha merusak mental bangsa khususnya generasi muda, karena lebih banyak dampak buruk dan risiko yang ditimbulkan daripada manfaatnya”, tegas Tony.

