Komunike Bersama tersebut diselenggarakan oleh Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika, dan Ekspatriat Maroko, M. Nasser Bourita, dengan Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Løkke Rasmussen, di sela-sela sidang ke-79 Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat.
Kedua menteri juga menegaskan kembali dukungan mereka terhadap proses yang dipimpin PBB dan terhadap Utusan Pribadi Sekretaris Jenderal PBB untuk Wilayah Sahara Barat, Staffan de Mistura, dalam upayanya untuk mencapai solusi damai dan dapat diterima bersama atas konflik di wilayah tersebut, sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB.
Posisi baru Denmark sejalan dengan momentum internasional yang dihasilkan oleh Raja Maroko, King Mohammed VI, dalam mendukung rencana otonomi dan kedaulatan Maroko atas Sahara. Hal ini menegaskan trend mendasar di Eropa dan di semua wilayah benua, Afrika dan Eropa, tersebut. (PERSISMA/Red)
Sumber: MAP

