
New York – Denmark menganggap rencana otonomi yang diajukan Maroko pada tahun 2007 sebagai sebuah kontribusi serius dan kredibel bagi penyelesaian sengketa Sahara Barat yang sedang berproses di PBB. Proposal otonomi khusus Maroko dapat dijadikan sebagai dasar yang baik untuk solusi damai dalam mendukung penerapan otonomi wilayah Sahara Barat di bawah kedaulatan Maroko.
Baca berita lainnya :
Hal ini dinyatakan oleh Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Løkke Rasmussen, dalam sebuah Komunike Bersama, Kamis, 26 September 2024. “Denmark menganggap Rencana Otonomi yang diajukan Maroko pada tahun 2007 sebagai kontribusi serius dan kredibel bagi proses di PBB yang sedang berlangsung saat ini, dan sebagai dasar yang baik untuk solusi yang disepakati antara semua pihak,” kata Rasmussen.

