Bunga di Hamili Lelaki Yang Awal Kenal Mengaku Bujang Ternyata Beristri

Kemudian setelah terjadi kesepakatan akhirnya dilaksanakan lamaran, pada tanggal 30 September yang dihadiri keluarganya bukan orangtuanya.

“Yang datang saat itu empat orang laki-laki yang mengaku keluarganya, karena orangtuanya tidak bisa hadir dengan alasan pergi ke Kalimantan,” ujar Bunga.

Sebelum lamaran, Diki telah memberi uang dengan total Rp 35 juta untuk membeli mahar dan acara lamaran.

Setelah lamaran kurang lebih seminggu, pihak keluarga menentukan hari untuk diadakan resepsi pernikahan.

Singkatnya, setelah ditentukan hari untuk menikah, pihak keluarga menanyakan untuk diadakan seserahan. Namun, perlakuan Diki seketika telah berubah, semenjak diketahui istri sah nya meminta untuk membatalkan pernikahan yang akan dilaksanakan pada 23 November 2024.

“Dari situ hubungan sudah tidak bagus lagi dengan orangtua Bunga meski hari pernikahan telah ditentukan,” tambahnya.

Pihak keluarga yang telah menyiapkan acara pernikahan dengan membuat undangan, sewa orgen, dekorasi, tarub, sembako, makanan dan lainnya. Akhirnya harus menelan pil pahit, karena sampai dengan waktu yang telah ditentukan tidak ada kabar dari yang bersangkutan dan pihak keluarga.

“Ditelpon tidak dijawab di wa tidak dibales dan akhirnya resepsi batal atas perbuatannya. Kami sangat kecewa dengan Diki, bukan hanya secara materi saja namun secara psikis juga,” timpal NM orangtua Bunga.

Dengan kejadian ini, pihak keluarga melaporkan Diki ke Mapolsek Terbanggibesar guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sementara itu, saat dihubungi melalui telepon WhatsApp pada tanggal 20 Desember 2024, Diki tak banyak berbicara dan mengirimkan pesan WhatsApp

“Maaf bentar bang lagi ada pekerjaan nanti saya hubungi ya bang,” bunyi pesan kepada wartawan media ini.

Namun ketika kembali dihubungi pada esok hari di nomor 08538205xxxx tidak menjawab, meski berkali-kali dihubungi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *