Banyak Caleg Was Was Menunggu Hasil Perolehan Suara Yang Tidak Sesuai Ekspetasi Bikin Stresss

LAMTENG | Resiko dalam turut mencalonkan diri di Pileg 2024 adalah Sukses atau gagal. Hal ini menjadi konsekwensi para caleg harus siap kalah dan menang. Tentunya para caleg sudah berjuang sekuat tenaga bahkan tenaga, waktu dan materi dicurahkan untuk menghadapi Pemilu 2024 hingga lupa rumah untuk sosialisasi guna mendapatkan simpati masyarakat agar mendukungnya. Tidak sedikit biaya operasional yang dikeluarkan untuk sosialisasi dan pembuatan alat peraga kampanye dan lainnya. Bahkan untuk pembiayaan ada caleg yang sampai jual asset dan pinjam keuangan dari Bank atau perorangan.

Tanggal 14 Februari 2024 waktu pemilihan sudah di laksanakan dengan hasil berdasar Quick Count versi Kompas yang disiarkan langsung ke publik melalui media TV swasta Suara Pilpres sudah dapat di prediiksi dengan perhitungan cepat. Paslon nomor urut 02 (Prabowo – Gibran) mendapatkan prosentase 50℅ plus yang cukup memenuhi syarat untuk satu putaran. Namun hasil ini belum dapat dijadikan patokan karena harus menunggu hasil real count dari KPU yang sampai saat ini masih dilakukan perhitingan data yang masuk dari masing masing wilayah di seluruh Nusantara. Perhitungan belum clear hingga nanti diumumkan secara resmi hasil akhir real count rekap data dari hasil rapat pleno KPU.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *