“Saya belum tahu dan belum ngecek kondisi bangunan, karena tidak setiap hari saya di lokasi pembangunan,” jawab Sunarto ketua P3A.
“Artinya perlu di evaluasi dan di uji lab agar tidak muncul dugaan adanya potensi kerugian negara dan yang menerima asas manfaat tidak muncul kecurigaan atas pengerjaan bangunan,” kata Ferry.
“Jika memang ditemukan adanya pengerjaan yang mengabaikan RAB,DED, Bestek sehingga dapat menimbulkan kerugian bagi penerima asas manfaat, maka P3A harus. mempertanggung jawabkan,” tegas Ferry Arief
Menurut Ferry, mekanisme kualitas pembangunan saluran irigasi tersier melibatkan beberapa aspek penting untuk memastikan bahwa saluran irigasi berfungsi dengan baik dan efektif. Berikut beberapa aspek yang perlu diperhatikan:
- Perencanaan dan Desain : Perencanaan dan desain saluran irigasi tersier harus dilakukan dengan teliti, mempertimbangkan faktor-faktor seperti topografi lahan, kebutuhan air tanaman, dan kondisi lingkungan.
- Konstruksi: Konstruksi saluran irigasi tersier harus dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan yang berkualitas dan sesuai dengan standar teknis yang berlaku.
- Pengawasan dan Pemantauan: Pengawasan dan pemantauan harus dilakukan secara terus-menerus selama proses konstruksi untuk memastikan bahwa saluran irigasi dibangun sesuai dengan desain dan standar teknis.
- Pemeliharaan: Pemeliharaan saluran irigasi tersier harus dilakukan secara rutin untuk memastikan bahwa saluran irigasi tetap berfungsi dengan baik dan tidak terjadi kerusakan.
“Dengan memperhatikan aspek-aspek di atas, pembangunan saluran irigasi tersier dapat dilakukan dengan efektif dan efisien, sehingga dapat meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan petani,” pungkas Ferry Arief. (Tim).

