Ketua Umum RPPAI bahkan meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas siapa dalang dan penanggung jawab di balik aksi tersebut.
“Dalang aksi ini, harus dimintai pertanggungjawaban. Jangan sampai ada pihak yang sengaja menjadikan anak-anak sebagai tameng atau alat mobilisasi massa,” tambah Agus Kliwir pangilan akrab.
Dalam pernyataannya, Agus Kliwir juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menghormati dan menghargai peran TNI-Polri sebagai institusi negara.
Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia (RPPAI) tidak melarang aksi demonstrasi sebagai bentuk penyampaian aspirasi, tetapi harus sesuai aturan dan tidak melibatkan anak-anak.
“Kami tidak menolak aksi, tapi jangan libatkan anak-anak. Ini sudah menyalahi aturan dan merugikan generasi bangsa,” imbuhnya.
Terakhir, Agus Kliwir mendesak aparat agar segera mengamankan pihak-pihak yang terbukti menjadi provokator.
Menurutnya, tindakan tersebut penting dilakukan demi mencegah kerusakan moral dan mental anak-anak Indonesia di masa depan.
“Polri dan TNI harus tegas. Jangan biarkan generasi penerus bangsa kita dirusak, dengan cara diajari ikut aksi unjuk rasa,” pungkasnya.(red)

