Panggung Politik Negeri Mimpi Antara Fiksi Dan Fakta Rakyat Berada Depan Pintu Gerbang Kemerdekaan Saja

Masih ingat kita semua, dalam pembukaan UUD negara Republik Indonesia tahun 19945 yang berbunyi.
Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Arti Kalimat diatas.Rakyat negeri ini hanya berada didepan pintu gerbang,belum masuk kedalam gerbang kemerdekaan,sudah barang tentu, implementasi dari UUD 1945 tersebut rakyat negeri ini,masih menjadi yang terdampak dari kebijakan kebijakan yang belum pro rakyat, kebijakan kebijakan pemerintah justru pro terhadap penguasa yang penguasaha.

Panggung perpolitikan negeri ini ,menunjukkan dengan kenyataan antara kepentingan dan permainan.Meski dunia politik seolah dinamis ternyata ada yang berperan antagonis,dramatis serta pragmatis, misalnya saja,para Politisi yang seringkali bermain sinetron yang dipertontonkan kepada rakyatnya, seseorang politisi bisa saja saat ini bermusuhan sebagai rival politiknya,akan tetapi dikemudian hari atau esok hari mereka akan akan jadi sahabat , bahkan duet dalam calon kepemimpinan.
Memang dalam jagat politik tanah air, seolah telah menjadi penganut prinsip politik tanpa etika dan hukum.Artinya mereka hanya berbicara tentang bagaimana cara memperebutkan dan memenangkan serta mempertahankan kekuasaan demi kepentingan politiknya.
Tak heran jika kekuasaan politik itu sendiri menjadi kunci dari politik sarat kepentingan.Sarat politik juga menjadi warna gonjang ganjing,sebab banyak seabrek kepentingan yang bertemu.Hal itulah yang tidak sesuai dengan tujuan politik yang sebenarnya,dalam buku Aristoteles yaitu politik negara demi kebaikan bersama (2012:3).Tak heran,bila berbicara politik adalah berbicara kepentingan,tinggal bagaimana kepentingan tersebut dikontruksikan ke arah yang lebih baik, ataukah sebaliknya menjadi politik kepentingan.

Pesan Kemenangan Dan Aspirasi Masyarakat Belum Tentu Dipastikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *