
Bacaan | Ingatkah waktu kita masih kecil disuruh mendengarkan guru TK bercerita Seekor Kancil dan Harimau. Cerita ini pasti tidak asing walau mungkin kita sudah lupa namun cerita ini selalu nempel ingatan dikepala. Tentang kecerdikan si Kancil dalam sebuah cerita demi cerita melambangkan watak dan karakter prilaku kehidupan. Ibarat orang pintar dan berpengaruh masih bisa dikibuli, ditipu muslihat oleh orang yang cerdik dan julik dengan akal bulusnya.
Bagaimana ilustrasinya mari kita simak sejenak kecerdikan Si Kancil menipu muslihat Seekor Harimau dengan kecerdikannya.
Cerita ini dikutip dari sebuah media sebagai edukasi dan hiburan.
Pada suatu hari si kancil bertemu dengan harimau ketika sedang bermain di pegunungan. Tanpa ragu, sang harimau mengira si kancil akan bisa menjadi makan siangnya yang lezat. Namun, si Kancil rupanya telah melihat penampakan Harimau dan berpura-pura tenang sembari berkata, “Harimau, kamu sangat tampan. Kepala, wajah, tubuh, dan kaki kamu semuanya begitu sempurna dan tidak ada tandingannya di hutan ini. Sayangnya, ekormu sangat jelek sehingga tidak bisa mengimbangi kehebatanmu yang lain itu.”
Harimau termakan hasutan si kancil dan merasa ucapannya tadi benar, jadi dia bertanya kepada kancil, “Bagaimana aku bisa membuat ekorku menjadi indah?” Kancil kemudian melihat sekeliling ekor harimau, seolah-olah sedang memeriksanya, dan memberitahu sang harimau, “Kalau kamu bisa membuatnya lurus, ekormu pasti akan terlihat sangat indah.”

