“BPJS Ketenagakerjaan ini diperlukan bagi para pekerja, khususnya yang ada di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Pemerintah daerah berkewajiban untuk mendorong kesuksesan program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan ini, tidak saja untuk para ASN tapi juga para pekerja di sektor non formal seperti petani, peternak, pekerja di sektor UMKM dan lainnya,” ujar dia.
Sekda Novriwan berharap, program BPJS Ketenagakerjaan ini bisa meningkatkan rasa aman bagi keluarga para pekerja, apalagi untuk pekerja rentan di luar sektor formal, program ini memberikan kepastian keberlangsungan ekonomi apabila terjadi risiko yang tidak diinginkan.
Novriwan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang terlibat dalam program-program jaminan sosial ketenagakerjaan. Dia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dan meningkatkan kualitas program-program tersebut guna melindungi tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan mereka. “Penghargaan ini akan menjadi motivasi bagi kami untuk memberikan yang terbaik bagi para pekerja di Kabupaten Tubaba,” tambahnya.
Selain itu, Novriwan juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Tubaba untuk terus mendukung dan menjalankan program-program jaminan sosial ketenagakerjaan dengan baik. Dengan kolaborasi semua pihak, diharapkan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan sejahtera dapat terwujud dengan lebih baik di masa depan.
“Penghargaan Paritrana Award ini menjadi momentum penting bagi kita untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas kehidupan para pekerja. Pemerintah Kabupaten Tubaba berkomitmen untuk terus memperjuangkan jaminan sosial ketenagakerjaan yang lebih baik demi kesejahteraan bersama,” pungkasnya.
Sedangkan, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan area Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) , Muhyidin menyampaikan apresiasinya terhadap peran serta pemerintah daerah yang menerima penghargaan kali ini.
“Kami berharap dengan adanya penyelenggaraan Paritrana Award ini dapat menjadi cara atau awarness untuk meningkatkan coverage kepesertaan, apresiasi kami berikan atas peran serta para stakeholder dalam mendukung program jaminan sosial ketenagakerjaan ini, khususnya kepada unsur dari jajaran pemerintahan dan pelaku usaha,” ujarnya.
Dari data terhimpun kepersertaan program BPJS Ketenagakerjaan di Wilayah Sumbagsel masih rendah, yakni sebesar 36 persen. Sementara di wilayah Lampung sendiri dari data 3,1 jumlah pekerja, baru 1,1 juta pekerja yang tercover perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Coverage Kepesertaan Jaminan sosial tahun 2023 Kabupaten Tulang Bawang Barat mencapai 30,56%, naik 11,50% dibanding tahun 2022, capaian ini di atas rata-rata coverage kepesertaan di 15 kabupaten/kota yang mencapai angka 24,7%, dengan rata-rata pertumbuhan coverage sekitar 4,16%. Capaian ini perlu untuk terus kita tingkatkan demi memberikan perlindungan kepada pekerja yang ada di Kabupaten kita tercinta ini,” pungkas dia.

