“Berawal dari diberi modal kawan saya yang sudah seperti saudara sebesar 500 ribu dari karang bandar lampung dengan memberikan motivasi untuk berdagang, akhirnya bisa bertahan berjualan bakso kosongan dengan harga perporsi dari 5 ribu rupiah dan alhamdulillah bisa untuk menafkahi keluarga,” Ugkapnya Pak Giono
Menurut RM. Edy Yulianto, S.Kom., S.E., C.Me ketua local economy development (LED) yang pernah di delegasikan oleh USAID dalam Forum Pengembangan ekonomi daerah (FPED) di Jawa Tengah memberikan sinopsis bahwa berdasar Peran dan Pentingnya UMKM sebagai tulang punggung ekonomi dan berdampak positif dalam menyerap tenaga kerja dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat perlu dilakukan pendampingan. Pemberdayaan usaha kecil menengah masyarakat perlu didukung pemerintah dan dalam pembinaan jangan tebang pilih agar lebih berdaya. Diberikan ruang yang layak dalam pengembangan usaha dan jika ada penertiban PKL, pemerintah harus memberikan solusi terbaik agar tidak menimbulkan gejolak sosial.
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi pilar utama ekonomi Indonesia karena penyerapan tenaga kerja yang besar dan kontribusinya terhadap pemerataan pembangunan, dengan kriteria usaha dibedakan berdasarkan aset (modal) dan omzet tahunan, seperti pedagang pasar, pangkas rambut, hingga kuliner. Pemerintah memberikan dukungan khusus melalui kebijakan, pembinaan, dan akses pembiayaan untuk memperkuat UMKM agar lebih kompetitif. (*)

