“Kita harus menyadari bahwa keberhasilan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh potensi alam yang dimilikinya, tetapi juga oleh kemampuan dan keberanian kita untuk menerapkan teknologi-teknologi inovatif guna meningkatkan daya saing dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Sekda juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung dan mengapresiasi upaya Mercu Bio Tech Group dan Muhammadiyah Lampung dalam mengembangkan teknologi sadap karet tersebut.
“Mari kita jalin kerjasama yang kuat, saling mendukung, dan saling memotivasi untuk terus berinovasi demi kemajuan dan kesejahteraan Lampung yang lebih baik,” tutupnya.
Sementara itu, Jendral TNI (Purn.) Dr. H. Moeldoko, meyakini sepenuhnya teknologi tersebut akan membawa sebuah perubahan khususnya di bidang petani karet dapat maju.
“Dengan ini harapan kita bersama untuk melakukan hal yang baik ini kita gunakan dan manfaatkan semaksimal mungkin untuk kita dapat maju dalam usaha tani khususnya di bidang petani karet. Semoga kedepan kita semua menjadikan Lampung khususnya di Kabupaten Tubaba dapat maju dan sejahtera ditingkat petaninya dan harga akan begitu meningkat, dengan dulunya harga 5 ribu sampai 6 ribu, insyaallah akan meningkat naik nya harga karet dengan harga sekarang 10 ribu bisa jadi naik menjadi 15 ribu,” pungkasnya.
Menurut hasil pantauan Reporter Dapurberita di lokasi tersebut, nampak hadir CEO Mercu Bio Tech Malaysia, Dato Ahmad Sri Sukimi beserta Tim dari Brunei Darusalam, Jajaran Forkopimda, Ketua DPD HKTI Lampung, Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Provinsi Lampung, Kepala OPD di Lingkup Pemkab Tubaba.

