Banyak kesulitan yang berhasil disolusikan oleh teknologi. Adagium di zaman ini jelas, dia yang menguasai teknologi, dia pula yang akan menguasai peradaban. Di titik ini, gambarannya makin jelas, penguasaan atas teknologi merupakan keniscayaan untuk menyongsong Indonesia Emas.
“Inovasi teknologi digital bertumbuh setiap hari. Kecepatannya bak lompatan kuantum. Dalam dua dekade terakhir, perubahannya demikian pesat. Teknologi digital, misalnya, telah melesat jauh melampaui bayangan banyak orang,” ujarnya.
Lanjut M. Firsada, teknologi digital telah menebas banyak keterbatasan manusia. Dunia seakan mengerdil. Semua seperti mendekat, terpampang di depan mata. Jarak bagai tak lagi relevan. Kehadiran visual menyempurnakan kehadiran suara.
“Sementara itu, di hadapan kita telah terbentang potensi kekuatan yang siap merambah dunia. Bonus demografi menunjukkan bagaimana 60% penduduk Indonesia dalam dua dekade ini menjadi tenaga usia produktif yang siap mengembangkan inovasi-inovasi baru, bagi kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi,” tutupnya.
Usai membacakan sambutan tersebut, M. Firsada mengatakan saat ini adalah momen yang tepat untuk merefleksikan nilai-nilai kebangkitan nasional, seperti semangat patriotisme, gotong royong, dan ke-Bhinekaan, yang menjadi pilar kuat dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.
“Mari kita jaga kekayaan budaya dan kearifan lokal yang merupakan kekuatan utama dalam membangun identitas bangsa yang berdaulat. Semoga semangat kebangkitan kedua menuju Indonesia Emas semakin membara dalam setiap langkah kita, dan bersama-sama kita wujudkan impian Indonesia sebagai negara yang gemilang di mata dunia,” pungkasnya.

