“Karena semua itu ada SOPnya, dan sudah dilakukan koordinasi dengan pihak terkait”, Kata Joko Wahid Koordinator moving
Vendor Pertamina EP punya SOP yang dalam operasional dan resiko dilapangan sudah diantisipasi sehingga hal hal yang bersangkutan kendala dilapangan memang sudah di tuangkan. Sehingga jika muncul resiko dilapangan vendor EP memang sudah menganggarkan. Jadi ini hanya sebuah kesalah pahaman yang diberitakan tersebut dan mungkin ada oknum yang ingin punya maksud mengambil pengamanan karena memang sudah ada anggaran.
Menurut keterangan. dari nara sumber yang diduga kan atas punglii dan pemerasan tersebut dianggap tidak benar karena dari Pihak vendor Pertamina EP memang sudah punya SOP dalam hal ini. Mungkin ada oknum yang diduga sentimentil dan ingin biaya resiko dilapangan di ambilnya sehingga membuat keterangan yang dapat merugikan dan pencemaran nama baik.
Jika hal ini ada unsur tindakan pencemaran nama baik maka hal ini akan kami laporkan secara hukum”, Kata yang didugakan dalam hal tersebut Ormas dan aparat.
Ketika awak media meminta keterangan Joko Wahid koodinator moving (mobilisasi) PT Vendor Pertamina EP bersangkutan bahwa pihaknya menjelaskan untuk masalah mobilisasi di area desa Cabak dan nglobo tidak ada masalah tidak seperti yang diberitakan oleh pewarta dari salah satu media Jawa Timur memoterkini.
“Jadi jelasnya apa yang didugakan kepada Ormas dan Aparat itu tidak benar. memang dari pihak PT. Vendor Pertamina EP sudah sesuai SOP. Anggaran sudah disiapkan untuk membantu memperlancar kegiatan mobilisasi dan dampak dampak akibat mobilisasi, bahkan yang didugakan kepada GNTR dan EK terjalin hubungan baik dengan Pihak PT. Vendor Pertamina EP. Intinya tidak ada istilah pungli dan pemerasan”, Pungkas Joko Wahid.

