Pagelaran Wayang Sekelik Mewarnai HUT Kota Metro Yang Ke – 87 Tahun 2024 Wujud Lestarikan Budaya Daerah Lampung

Pada hari Sabtu, 4 April 1936 kedatangan kolonis pertama di daerah Trimurjo sementara ditempatkan pada bedeng-bedeng yang telah disiapkan oleh Pemerintah Hindia Belanda. Kemudian para kolonis tersebut dibagikan tanah pekarangan yang telah diatur sebelumnya.

Seiring dengan bertambahnya penduduk kolonis, kegiatan perekonomian pun mulai berkembang sehingga pada Selasa, 9 Juni 1937 nama Desa Trimurjo diganti dengan nama Metro. Setelahnya daerah ini pun dijadikan sebagai lokasi kedudukan Asisten Wedana dan sebagai pusat pemerintahan Onder Distict Metro.

Raden Mas Sudarto sebagai Asisten Wedana (Camat) pertama mengganti nama Desa Trimurjo menjadi Desa Metro, karena berdasarkan pertimbangan letak daerah kolonisasi ini berada di tengah-tengah antara Rangcangpurwo (Pekalongan) dan Adipuro (Trimurjo).

Seiring dengan perjalanan waktu, Kota Metro sebagai Ibu Kota Kabupaten Lampung Tengah dan pusat pemerintahan Kecamatan Kota Metro ditingkatkan statusnya menjadi Kota Administratif pada 14 Agustus 1986 yang didasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 1986. Peresmiannya dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri, Letjen TNI Soeparjo Rustam pada 9 September 1987.

Diresmikannya Kota Madya Dati II Metro (saat ini dengan nomenklatur baru dikenal dengan Kota Metro) berdasarkan Undang-undang Nomor 12 Tahun 1999 pada 27 April 1999 oleh Letjen TNI Syarwan Hamid (Menteri Dalam Negeri) di Plaza Departemen Dalam Negeri Jakarta. Saat ini berdasarkan Peraturan Daerah Kota Metro Nomor 11 Tahun 2002, tanggal 09 Juli 1937 ditetapkan sebagai Hari Jadi Kota Metro.

Perkembangan Dan Pertumbuhan
Kota Metro yang memiliki motto “Bumi Sai Wawai” bermakna tanah yang indah. Kota Metro: “Bumi Sai Wawai” yang Lekat dengan Sejarah Kolonisasi. Memiliki motto “Bumi Sai Wawai” yang bermakna tanah yang indah, Kota Metro memiliki julukan Kota Pendidikan. Perekonomian kota ini terutama ditopang oleh sektor perdagangan dan industri pengolahan.

Kota Metro merupakan salah satu daerah yang terletak di Provinsi Lampung, berjarak 52 kilometer dari Bandar Lampung. Kota ini dikenal dengan sebutan Bumi Sai Wawai.
Kota Metro adalah kota terbesar kedua di Provinsi Lampung dan masuk ke dalam urutan kedua sebagai kota dengan biaya hidup terendah di Pulau Sumatera dan urutan ke-9 di Indonesia berdasarkan survey BPS tahun 2017.

Mayoritas penduduk kota Metro adalah suku Jawa. Jadi tak heran kalau taman ini mirip dengan keberadaan alun-alun yang ada di pulau Jawa, hanya saja tempatnya memang benar-benar taman dengan pepohonan yang rimbun, dan di tengah-tengahnya ada air mancur dan Meterm Tower.

Kota Metro memiliki julukan Kota Pendidikan. Kota Metro memiliki luas wilayah 68,74 Km2 atau 6.874 Ha, dengan jumlah penduduk 150.950 jiwa yang tersebar dalam 5 wilayah kecamatan (Metro Utara, Metro Timur, Metro Pusat, Metro Selatan, dan Metro Barat) serta 22 kelurahan.

Dengan berlakunya Pasal 2 Peraturan Peralihan Undang-undang Dasar 1945 maka Metro Termasuk dalam bagian Kabupaten Lampung Tengah yang dikepalai oleh seorang Bupati pada tahun 1945, yang pada waktu itu Bupati yang pertama menjabat adalah Burhanuddin (1945-1948).

“Selamat Hari Ulang Tahun Kota Metro yang Ke – 87 Semakin Maju” Tutup Pewarah

(Red | Romo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *