Sementara, M (40) mengatakan, bahwa hari-hari sekolah SD Negeri Kagungan Dalam seperti bukan sekolah sebagaimana mestinya, anak-anak kadang jam 7.30 masih banyak yang ada di jalan-jalan, terkadang jam 8.00 lewat masih bermain diluar sekolah.
“Saya kadang berpikir, pantes ada anak yang sudah kelas 5 belum bisa membaca, dikarenakan cara guru-guru yang tidak ada perhatian kepada para anak didik mereka dengan mengajar yang tidak benar,”terangnya.
Untuk itu, kepada Bupati Tulang Bawang dan Kepala Dinas Pendidikan agar dapat memberikan perhatian khusus kepada SD Negeri Kagungan Dalam Kampung Bujung Kecamatan Menggala, karena apa yang dilakukan oleh Kepala Sekolah dan guru-guru tidak lagi memiliki jiwa pendidik kepada anak-anak.
“Kami berharap kepada Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang, agar secepatnya melakukan penyegaran terhadap Kepala Sekolah Juwita Wati, agar dapat tercipta pendidikan yang layak bagi anak-anak yang ada di Kampung Bujung dan sekitarnya,”harapnya.
Menjadi cacatatan Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang, bahwa bukan hanya ngajar mengajar yang tidak benar, prilaku Kepala Sekolah Juwita Wati juga tidak benar, sudah beberapa tahun ini baju batik dan baju olahraga anak-anak banyak yang tidak diberikan walaupun anak-anak telah melunasi pembayaran nya.
“Yang lebih menyakitkan, bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) milik anak-anak yang mendapatkan di ambil oleh Kepala Sekolah Juwita Wati, hal tersebut diketahui oleh wali murid setelah di cek di aplikasi bantuan dari pemerintah, karena itu kami meminta agar Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan Tulang Bawang dapat bertindak tegas, demi anak-anak yang menjadi tumpuan keluarga karena mereka calon generasi penerus bangsa, apa jadinya bangsa ini kalau generasi penerus nya sampai tidak bisa membaca,”terangnya. (*)

