Suatu contoh membenahi sebuah bangunan yang rusak tidak layak pakai agar menjadi lebih baik tentunya diperlukan perencanaan awal yang matang, pemilihan material yang berkualitas, hingga proses konstruksi bangunan yang diawasi agar bangunan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), sesuai Detail Engineering Design (DED) dan akuntabel.
Membahas aspek Pembenahan pembangunan daerah dibutuhkan suatu proses penyusunan tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan, guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial di suatu wilayah dalam jangka waktu tertentu. Jadi berbenah dalam sebuah program kegiatan daerah diperlukan tahapan tidak serta merta asal membangun tanpa perencanaan. Di pemerintahan daerah BAPPEDA mempunyai peran penting dalam perencanaan pembangunan daerah.
Dokumen perencanaan daerah secara umum terbagi menjadi dua jenis: rencana pembangunan daerah dan rencana perangkat daerah. Rencana pembangunan daerah terdiri dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Sementara itu, rencana perangkat daerah meliputi Rencana Strategis Perangkat Daerah (Renstra PD) dan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja PD). Perencanaan ini juga menjadi panduan bagi pemerintah daerah dalam melaksanakan pembangunan sesuai visi dan misi kepala daerah serta kebijakan nasional. Unsur-unsur Penting dalam Perencanaan Pembangunan Daerah:
- Identifikasi Masalah: Mengidentifikasi permasalahan pembangunan yang dihadapi daerah.
- Analisis Situasi: Menganalisis kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan daerah.
- Perumusan Tujuan: Menentukan tujuan pembangunan yang ingin dicapai.
- Penyusunan Rencana: Merumuskan langkah-langkah strategis untuk mencapai tujuan pembangunan.
- Alokasi Sumber Daya: Mengalokasikan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien.
- Pendekatan Teknis, Partisipatif, dan Politis: Melibatkan berbagai pendekatan dalam proses perencanaan, termasuk pendekatan teknis, partisipatif (melibatkan masyarakat), dan politis (sesuai dengan kebijakan pemerintah daerah). Sinkronisasi dengan Perencanaan Nasional: Memastikan bahwa rencana pembangunan daerah selaras dengan rencana pembangunan nasional.
- Pelaksanaan dan Pengendalian: Melaksanakan rencana pembangunan dan melakukan pengendalian serta evaluasi secara berkala.
Esensi berbenah menjalankan visi misi mempunyai tujuan yang positif, namun bagi yang tidak sepaham bisa menjadi bertolak belakang (pandangan negatif) karena ada kepentingan politis kelompok yang tidak sejalan.
Tentunya berbenah suatu daerah harus mempertimbangkan kondisi Fiskal. Anggaran keuangan yang tersedia harus dapat di kelola dan di terapkan sesuai perencanaan. Karena jika berbenah dipaksakan dan tidak terkendali dengan pengawasan yang ketat akan terjadi human errorr. Artinya terjadi pelaksanaan program yang bermasalah disebabkan oleh mismanagement.

