Pameran ini menarik perhatian banyak pengunjung yang tertarik dengan makna mendalam di balik lukisan tersebut. Kritik terhadap proyek IKN bukanlah hal baru, namun penyampaiannya melalui seni lukis memberikan perspektif yang lebih emosional dan simbolis.
Dalam dunia seni, karya seperti ini menjadi cermin bagi realitas sosial, sekaligus bentuk ekspresi yang mengajak publik untuk berpikir lebih jauh tentang masa depan bangsa. Melalui seni lukis, berbagai peristiwa direfleksikan, baik tentang kejayaan maupun keterpurukan dan kehancuran.
75 Tahun Indonesia-Rusia
Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa dalam rangka memperingati 75 tahun hubungan diplomatic Rusia-Indonesia, Kedutaan Besar Rusia di Jakarta mengadakan pameran lukisan bertempat di Gedung Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia, Jl. Lembang No. 10, Menteng, Jakarta Pusat. Pameran lukisan yang berlangsung selama tiga hari tersebut dilakukan dengan menggandeng Nusantara Utama Galeri (NU Galeri pimpinan Muchamad Nabil Haroen alias Gus Nabil.
Acara pameran yang dibuka secara resmi oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia, H.E. Mr. Sergei Tolchenov, itu menampilkan sekitar 100 lukisan hasil karya puluhan pelukis yang tergabung dalam paguyuban NU Galeri. Kedubes Rusia dan NU Galeri berharap kerja sama dalam pameran lukisan itu menjadi momentum yang baik untuk lebih mempererat hubungan Indonesia dengan Rusia, baik dari sisi government to government maupun people to people relationships.
Selain dihadiri para duta besar negara sahabat dan pemerhati seni lukis, acara pembukaan pameran dihadiri juga oleh berbagai media, baik nasional maupun internasional. Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, terlihat turut hadir dalam acara yang dipandu oleh Deputy Chief of Mission of Russian Federation Embassy, H.E. Ms. Veronika Novoseltseva, ini. (TIM/Red)

