LSM KAKI Siap Laporkan DLH Bandar Lampung ke APH, Ini Fakta Temuannya!

Sayangnya, lanjut Lucky, DLH belum memberi respon sepatutnya. “Kami masih menunggu keterangan mereka (DLH). Bila masih belum merespon maka kami membawa temuan kami ke arena hukum,” tegas Lucky.

Lucky Nurhidayah dalam rilisnya yang diterima media ini menjelaskan beberapa pos anggaran yang ada di DLH Kota Bandar Lampung yang ia sebut tidak jelas penggunaan atau tidak dipakai dengan semestinya.

Anggaran itu antara lain:

  1. Belanja modal Kendaraan tak bermotor angkutan barang sebesar Rp. 1.500.000.000,
  2. Pengadaan container sampah sebanyak 30 unit.
  3. Belanja modal kendaraan bermotor angkutan sebesar Rp. 7.250.000.000 untuk pengadaan 7 unit mobil pick up dan 1 unit truk amrol,
  4. Belanja bahan bakar dan pelumas sebesar Rp 11.583.105.600
  5. Belanja suku cadang alat angkutan yang menelan anggaran sebesar Rp. 689.126.000 untuk pembelian ban.

Fakta di Lapangan yang diperoleh KAKI, memperoleh keterangan bahwa belanja suku cadang pembelian ban sudah ada anggaran, namun di lapangan para supir di TPA Bakung mengeluhkan bahwa anggaran pembelian ban tidak ada, bahkan mereka harus pakai uang pribadi untuk membelinya.

Fakta lain, KAKI memperoleh keterangan di lapangan banyak kendaraan truk sampah milik DLH Kota Bandar Lampung yang tidak layak jalan, seperti bannya sudah pada gundul, pajaknya sudah pada mati, dan pada intinya banyak kendaraan yang tidak terawat serta tidak layak pakai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *