“Satu dari MA Ma’arif Kota Gajah dan satu lagi dari wilayah Seputih Raman. Ketiganya kami rawat karena gejalanya cukup berat,” katanya.
Pihak Puskesmas berencana mengambil sampel makanan dari dapur penyedia MBG di Kota Gajah untuk dilakukan uji laboratorium. Hari ini di jadwalkan pengambilan sampel untuk memastikan apakah ada unsur pencemaran makanan.
Sementara, Kepala SMA Negeri 1 Kota Gajah, R. Surya Damayanti, M.Pd, dan pihak MA Ma’arif Kota Gajah belum dapat dimintai tanggapan awak media karena belum bisa di hubungi via telfon.
Menurut Ketua LPA Eko Yuono, Dugaan keracunan MBG yang di alami siswa SMAN 1 Kota Gajah harus segera di tindak lanjuti agar tidak merembet ke MBG lainnya. Sampel makanan harus di uji lab agar jelas akar masalahnya. Ketika memang benar siswa2 tersebut mengalami keracunan akibat makan bergizi gratis yang di salurkan oleh salah satu SPPG di kota gajah, kami meminta dengan tegas Badan Gizi Nasional (BGN) harus segera turun mengecek dan evaluasi secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
Cukup kejadian ini sebagai evaluasi BGN memberikan peringatan kepada SPPG jika memang benar keracunan MBG berasal dari sajian makanan yang membahayakan bagi siswa.
“Sudah banyak kejadian keracunan MBG di beberapa daerah Jawa dan kini terjadi di Lampung Tengah, Presiden Prabowo harus segera sigap untuk mengevaluasi program MBG,” pungkasnya Eko Yuono.

