Ketua PWRI Lamteng Temukan Adanya Dugaan Proyek Siluman Bangunan Perpustakaan SMPN2 Bandar Mantaram Mangkrak Sumber Dana DAK

Sementara, plt. Sekretaris ketika ditemui sempat sedikit menjelaskan bahwa gedung Perpus tersebut akan dilanjutkan dengan anggaran tambahan APBD tahun 2024. Selanjutnya tidak dapat memberikan penjelasan jawaban atas pertanyaan klarifikasi dari ketua PWRI Lamteng.  Ada rasa kecurugiaan praduga keterangan yang terkesan menutup nutupi mangkraknya Gedung perpus yang dipersoalkan tersebut.

Bangunan tersebut sangat memprihatinkan, banyak fisik bangunan seperti kondisi lantai masih tanah, dinding luar dan dalam belum dicat, atap bangunan belum di plafon sehingga belum bisa digunakan oleh pihak sekolah.

“Dari keterangan sumber yang berhasil di himpun mengatakan, bahwa gedung perpustakaan tersebut dibangun sejak Tahun 2022 lalu, sampai Tahun 2024 ini belum selesai dibangun,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Lamteng Nur Rohman ketika akan dikonfirmasi oleh awak media selalu tidak berada ditempat.

“Hal ini tentunya sangat memprihatinkan selaku pejabat publik yang seharusnya ada di tempat, namun ketika dihubungi tidak bisa di temui dikantornya tidak pernah ada, ” Kata Ferry Ketua PWRI Lampung Tengah

Ditempat yang sama, Sekretaris Dinas (Sekdis) Pendidikan Lampung Tengah Ahmaludin, Perwakilan dari Kadis memberikan statemen yang sangat aneh bahwa kegiatan tersebut sudah diperiksa BPK dan sudah PHO atau serah terima,” ujarnya.

Disisi lain, Kepala Sekolah SMPN 2 Bandar Mataram, Negah Suhartana mengatakan serta membenarkan adanya pembangunan tersebut, tetapi sebagai Kepsek saya tidak tau dan tidak terlibat dalam pembangunan tersebut.

Pernah mau diserah terimakan kunci tapi saya menolak dikarenakan bangunannya belum selesai dan juga belum bisa digunakan pihak sekolah.

“Yang jadi pertanyaan apakah BPK dan Tim Pengawas menerima dengan hasil pekerjaan yang nyata-nyatanya belum layak dikatakan selesai. Karena proyek yang belum beres kok PHO, PHO itukan berarti pekerjaan 100 persen beres.
Dalam hal ini kita akan minta tangapan-tangapan dari pihak dinas terkait perihal Proyek siluman yang mangkrak tersebut. (Tim.Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *