Kepala Desa Mekar Jaya Diduga Selewengkan Bantuan Sapi dari Dana Desa

Dalam wawancara terpisah, Pak RK juga mengaku telah menjual sapi tersebut atas perintah yang sama. “Sapi itu sudah saya jual senilai Rp 21.000.000. Uangnya saya kasih ke Pak Lurah, dan saya tidak tahu uangnya kemana,” ujar Pak RK.

Lebih lanjut, ketika ditelusuri, Pak Busri, yang merupakan bagian dari pemerintahan desa, mengakui bahwa uang penjualan sapi tersebut masih ada padanya. “Uang penjualan sapi itu masih saya tahan, Mas. Benar, saya yang mengambil uangnya, tapi perintah Pak Lurah Yuswan,” ujarnya.

Ketegangan semakin memuncak saat Kepala Desa Yuswan dan istrinya mendatangi rumah Pak Busri. “Kenapa kalian orang ke kampung saya dan mencari-cari masalah?” tanya Kepala Desa Yuswan. Ia kemudian menambahkan, “Uang hasil penjualan sapi sudah saya belikan sapi lagi, Mas.”

Atas kejadian ini, kami sebagai media meminta pemerintah, khususnya Inspektorat dan Kejaksaan, untuk segera menindaklanjuti permasalahan yang ada di Kampung Mekar Jaya. Penegakan hukum yang tegas diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *