Kado Istimewa untuk Warga Lampung: Raih Deflasi Terendah Kedua Nasional

Data Positif dari Berbagai Sisi
​Data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung semakin memperkuat kabar baik ini. Secara tahunan (yoy), inflasi Lampung hanya mencapai 1,05 persen, jauh di bawah inflasi nasional yang berada di angka 2,31 persen.

​Lebih lanjut, secara kumulatif (ytd) sejak awal tahun hingga akhir Agustus, Lampung justru membukukan deflasi sebesar -0,08 persen. Angka ini berbanding terbalik dengan tren nasional yang masih mencatatkan inflasi 1,60 persen.
​Komoditas Penentu Inflasi dan Deflasi
​Penyumbang utama deflasi di Lampung pada Agustus 2025 adalah penurunan harga pada beberapa komoditas penting, termasuk biaya pendidikan tingkat SMA dan SMP, tomat, cabai rawit, dan bawang putih.

Meskipun demikian, beberapa komoditas masih memberikan andil terhadap inflasi, seperti bawang merah, beras, emas perhiasan, dan biaya pendidikan perguruan tinggi. Namun, secara umum, kondisi inflasi Lampung tetap terkendali.
​Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, juga mengapresiasi keberhasilan pengendalian inflasi nasional. Ia menyebutkan bahwa data BPS mencatat inflasi Agustus berada di angka 2,31 persen, turun dari bulan sebelumnya.

“Ini angka yang baik, bahkan terjadi deflasi 0,08%, terutama karena sektor pangan, makanan, dan minuman terkendali berkat operasi pasar murah dan langkah-langkah strategis lainnya,” ujar Mendagri Tito Karnavian.

Dengan capaian ini, Lampung kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam menjaga stabilitas harga dan ekonomi demi kesejahteraan masyarakat.

“Kurniawan Gusrizal,S.pd”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *