Kades Biting Kecamatan Sambong Aniaya Perangkatnya Sendiri Dengan Main Pukul Hingga Luka Berdarah di Laporkan Polisi

Saat mau di jahit di pelipis yang luka, Rumistro  menolak karena takut dengan jarum.   Setelah selesai dari puskesmas, korban  lanjut kembali ke polsek Sambong untuk melakukan penanganan laporan dan pemeriksaan hingga pukul 20.30 WIB. Esok harinya Sumistro kembali ke Polsek Sambong untuk penanda tangan laporan.

Kronologis kejadian berawal dari rasa kecemburuan Ngatino yang sudah lama memendam rasa geram kepada Rumistro yang di tuduh selingkuh dengan istri kades Ngatino. Kecurigaan yang dipicu oleh anggapan Ngatino kepada Rumistro karena sering kontak lewat WarshApp dan Sering mengajak keluar makan bersama istrinya Ngatino. Hal tersebut menjadi permasalahan pribadi, dimana pada waktu pertengahan bulan puasa lalu Rumistro  juga pernah dituduh berselingkuh dengan istri Ngatino.

Pada waktu itu terjadi juga penganiayaan dan Adu argumen hingga Rumistro meminta dipertemukan dengan istrinya Ngatino. Namun Ngatino  tidak mempertemukanya karena belum siap. Kejadian tersebut terulang kembali ribut dilanjut yang kedua kalinya Penganiayaan hingga mengakibatkan luka memar diwajah Rumistro  berujung damai, (16/04/ 2024).

Ketika Rumistro di temui awak media mengungkapkan bahwa penganiayaan ini adalah yang terjadi ketiga kalinya.

” Kejadian yang ketiga kalinya ini saya melaporkan ke polsek Sambong dan minta keadilan hukum atas perlakuan kades Ngatino. bukannya digelapkan dengan kekayaan kades Ngatino,” Ujar Rumistro  kepada awak Media.

Sementara camat Sambong ketika memberikan keterangan kepada awak media, kejadian ini sudah ditangani oleh APH.

“Sudah saya lakukan pembinaan dan kasus ini sudah ditangani polsek Sambong , biarlah nanti APH yang menyelesaikan ” Ujar Sunarno, S.Sos,M.Si kepada awak media melalui pesan Whatsapp. (Tim.red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *