Jadi Polemik Wali Murid Ditarik 70 Ribu Rupiah Dalam Gebyar Literasi Wabup Ardito dan Plt Kadis Pendidikan Lamteng Akan Telusur Cari Bukti

Lampung Tengah| Pemberitaan yang lagi viral tentang gebyar literasi yang dilaksanakan di Selagai Lingga kini sedang hangat menjadi perbicaraan di masyarakat. Pasalnya acara gebyar literasi tersebut sedang menuai kritikan dipermasalahkan dengan adanya informasi penarikan uang sebesar 70 000 rupiah kepada wali murid. Meski menerima penolakan dari berbagai wali murid, dewan guru serta kepala sekolah, namun gebyar Literasi  nyatanya tetap berjalan di Kecamatan Selagai Lingga Kabupaten Lampung Tengah pada Senin (27/11/2023).

Berdasarkan informasi yang diterima ada beberapa wali murid sempat menolak untuk ikut dalam kegiatan itu dengan alasan biaya yang dibebankan terlalu besar.

Kasak kusuk keluhan di masyarakat, “daripada untuk ikut kegiatan itu, mending duitnya untuk beli beras mas. Tapi mau bagaimana lagi, memang tidak diwajibkan tapi harus,” keluh kesah satu walimurid.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Lamteng   mengecam adanya pelaksanaan Gebyar Literasi yang kental dengan aroma pungutan liar (pungli). Bahkan, ia meminta kepada wartawan media ini untuk mencari buktinya.

“Jadi saya sebagai bagian dari Pemkab Lamteng menegaskan itu gak ada! Kalau ada itu diterima dibawah, mas tolong dibantu buktinya ada, siapa yang melakukan bukti secara tertulisnya itu ada, nanti saya akan turun kebawah,” tegasnya saat ditemui di Gedung Sesat Agung Nuwo Balak pada acara Louncing buku Bunda Literasi Kabupaten Lampung Tengah, pada Kamis (7/12/2023).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *