Gubernur Lampung Bersama menteri Agama Meresmikan masjid Agung Al-Bakrie

Tokoh nasional Aburizal Bakrie, yang mewakili keluarga besar Bakrie, menegaskan bahwa pembangunan masjid ini merupakan bentuk rasa syukur dan pengabdian kepada tanah kelahiran ayahnya, almarhum Haji Achmad Bakrie. “Kami ingin memberikan sesuatu kembali untuk Lampung. Semoga masjid ini menjadi amal jariyah yang bermanfaat bagi umat,” ujar Aburizal

Aburizal Bakrie menjelaskan, pembangunan masjid dilaksanakan di atas lahan seluas 2,2 hektar milik Pemprov Lampung. Pembangunan dilakukan Yayasan Bakri Amanah dengan dukungan arsitek dari PT Urbana Indonesia dan kontraktor nasional. “Masjid ini mampu menampung 12 ribu jamaah, memiliki ballroom berkapasitas 1.200 orang, ruang belajar Al-Qur’an, perpustakaan, serta area UMKM,” jelasnya.

Aburizal juga menekankan pentingnya memakmurkan masjid dengan ibadah, zikir, dan ilmu. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan masjid ini bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan persaudaraan.

Selain itu, Aburizal Bakrie juga menambahkan bahwa keberadaan area UMKM di sekitar masjid akan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. “Kami ingin masjid ini juga memberi manfaat langsung dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Pembangunan Masjid, Aninditha Anestya Bakrie, dalam laporannya menyebut bahwa pembangunan masjid dimulai sejak Februari 2023 dan rampung pada September 2025. “Masjid ini kami persembahkan sebagai dedikasi kepada almarhum Haji Achmad Bakrie, seorang putra asli Lampung yang dikenal dengan iman, pendidikan, dan kepedulian sosialnya,” ucap Aninditha.

Ia menambahkan, masjid dilengkapi area hijau, taman bermain anak, jogging track, serta fasilitas parkir luas. “Kami ingin masjid ini hidup, tidak hanya untuk shalat tetapi juga menjadi pusat kegiatan umat yang membawa manfaat,” ucapnya.

Dengan kapasitas besar dan fasilitas modern, masjid ini juga diharapkan menjadi tempat penyelenggaraan berbagai kegiatan keagamaan skala nasional dan internasional. Pemerintah daerah menilai masjid ini berpotensi menjadi pusat kegiatan Islam yang strategis di Sumatera bagian selatan.

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar yang juga turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan tausiah keagamaan sekaligus menyatakan secara resmi bahwa masjid raya Al-Bakrie terbuka untuk umum. Ia berharap keberadaan Masjid Raya Al-Bakrie menjadi teladan dalam mengelola rumah ibadah yang terbuka, ramah, dan inklusif.

Sebagai rangkaian acara peresmian, Masjid Raya Al-Bakrie Lampung akan menjadi lokasi program Damai Indonesiaku TV One pada 13–14 September 2025. Sejumlah penceramah nasional, seperti Sheikh Ahmad Al Misry, AA Jufri Rustandi, Fatih Risyad, Das’ad Latief, dan KH Cholil Nafis, akan mengisi tausiah yang terbuka untuk masyarakat.

Masjid Raya Al-Bakrie diproyeksikan menjadi ikon baru Lampung sekaligus simbol persaudaraan. Kehadirannya menambah daftar rumah ibadah representatif di Indonesia yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, tetapi juga ruang publik yang menyatukan umat.

Dengan peresmian ini, masyarakat Lampung kini memiliki kebanggaan baru. Masjid Raya Al-Bakrie bukan hanya tempat sujud, tetapi juga landmark keagamaan, sosial, dan budaya yang akan diwariskan lintas generasi. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Kur,Gus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *