GMBI Pesisir Bakal Laporkan Dugaan Korupsi Pekon Ulok Mukti ke Kejaksaan

Anggaran tersebut diduga tidak terealisasi dengan baik berpotensi menimbulkan kerugian negara cukup besar.

Warga Pekon Ulok Mukti inisial E mengatakan untuk Sapi hanya terealisasi dua ekor yang dikelola oleh kerabat Peratin. Peternakan tersebut seharusnya dikelola oleh kelompok masyarakat.

“Dilapangan realitanya sapi dipelihara oleh keluarga dia sendiri,”ujar sumber tersebut.

Dalam realita anggaran pengelolaan dana desa di Ulok Mukti diduga adanya Kolusi dan markup.

Pada item penyelenggaraan informasi publik juga menjadi sorotan, pasalnya diketahui anggaran tersebut hanya terlihat bentuk baliho. Tidak terlihat anggaran Informasi berupa publikasi media.

“Kalaupun anggaran Informasi Publik banyak berupa kerjasama di media online, berita nya tidak viral dan tidak terbit di media besar,”katanya

Yang lebih mengejutkan lagi, Anggaran Pengelolaan dan Pemeliharaan Lumbung Desa (Bantuan bibit Kates California kepada 800 kk) senilai Rp. 80 juta.

Diduga dimanipulasi. Pasalnya anggaran yang seharusnya dibagikan ke 800 Kepala Keluarga namun realitanya hanya dibagikan ke beberapa orang saja.

“Semoga saja ada audit atau Kejaksaan ikut menyoroti,”ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *