Gerakan Masyarakat Independent Anti Korupsi (GERMASI)

Polemik sertifikat dalam kawasan hutan, penarikan pajak, hingga konflik penguasaan lahan semakin menambah daftar panjang pekerjaan rumah yang belum terselesaikan di kabupaten yang menyandang julukan konservasi ini.

Di usia ke-34, Lampung Barat juga masih menghadapi tantangan besar dalam bidang infrastruktur dan ekonomi. Berita tentang jalan rusak masih marak terdengar. Bahkan, ada warga yang melakukan penggalangan donasi swadaya untuk memperbaiki jalan, yang sejatinya adalah tanggung jawab pemerintah. Tidak jarang pula muncul aksi protes dengan menanam pohon pisang di tengah jalan rusak sebagai simbol keterlambatan penanganan.

Bidang pendidikan juga menyisakan catatan. Masih ada bangunan sekolah yang tidak layak dan jauh dari kata nyaman sebagai sarana belajar. Pendidikan pun bukan hanya soal akademik, tetapi juga adab. Tawuran, bullying, dan tindak kekerasan di kalangan pelajar menjadi alarm bahwa pendidikan karakter perlu lebih ditekankan.

Sebagai kabupaten yang menyandang predikat Kabupaten Layak Anak, masih banyak persoalan terkait asusila, kekerasan, dan bullying yang menimpa anak-anak. Hal ini harus menjadi perhatian serius.

Di sektor pariwisata, Lampung Barat memiliki potensi besar. Namun, pengelolaan fasilitas, akomodasi, dan kompetensi sumber daya manusianya masih belum optimal. Bagaimana kabar 10 destinasi wisata favorit Lampung Barat? Sudahkah dikelola secara profesional?

Pada ulang tahunnya yang ke-34 ini, kita semua berharap Lampung Barat mampu berbenah. Harapan besar tertuju pada terwujudnya kabupaten yang lebih baik, sesuai dengan tagline:

“Berbudaya Menuju Lampung Barat Setia.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *