“Bahkan, pembuatan sekuel film star war dilakukan di salah satu wilayah Gurun Sahara, di Tunisia,” ungkap Dubes Trabelsi sambil menunjukkan beberapa spot menarik di daerah gurun pasir di negaranya.
Wisata kuliner juga menjadi favorit bagi para turis berkunjung ke negara berpenduduk 12 jutaan jiwa tersebut. Berbagai ragam makanan khas Tunisia dapat dijumpai di banyak tempat dengan harga terjangkau. Sebagai negara berpenduduk mayoritas muslim, makanan yang tersedia dan diperdagangkan dijamin kehalalannya oleh Pemerintah. Namun begitu, para wisatawan tetap dapat menikmati makanan dan minuman non-halal favorit mereka di tempat-tempat tertentu seperti bar dan komunitas yang menyediakan makanan-minuman non-halal.
Bagi warga negara Indonesia, Pemerintah Tunisia saat ini memberlakukan kebijakan bebas visa untuk masuk ke negaranya. Kebijakan tersebut mulai berlaku sejak 1 Juli 2023 lalu, dan berlaku selama 90 hari alias tiga bulan tinggal di Tunisia. Selain itu, Pemerintah Tunisia juga menyediakan berbagai fasilitas bantuan bagi para pelajar Indonesia yang ingin menimba ilmu ke Tunisia berupa beasiswa.
Berbagai respon dari peserta kuliah umum disampaikan dalam bentuk pertanyaan kepada Dubes Trabelsi, baik peserta daring maupun luring melalui pesan di papan chat zoom meeting yang tersedia di ruangan acara. Para peserta yang umumnya adalah dosen di bidang kepariwisaan dan marketing ini sangat antusias mendalami kebijakan dan strategi teknis yang dilakukan Mohamed Trabelsi sebagai Dubes Tunisia untuk Indonesia dalam mendorong kepariwisataan di negaranya. Atas respon dan pertanyaan tersebut, Dubes menyampaikan terima kasih dan memberikan jawaban cukup gamblang dan detail.
Acara kuliah umum kemudian dilanjutkan dengan menyaksikan demo masak makanan khas Tunisia, Couscous, oleh istri Dubes Tunisia, Mrs. Afra Trabelsi, bertempat di halaman kampus Institut Pariwisata Trisakti. Couscous terbuat dari tepung gandum atau jagung, dilengkapi dengan sayuran seperti wortel, kacang chickpea, zucchini, kismis, kapri manis, dan lobak. Couscous selalu dilengkapi juga dengan toping daging domba, ayam, ataupun sapi.
“Tapi kali ini saya akan memasak Couscous dengan toping ikan, bukan daging seperti umumnya di negara saya,” ujar Mrs. Trabelsi saat akan memulai demo masak di depan hampir seribuan audiens yang adalah mahasiswa Institut Pariwisata Trisakti yang sedang mengikuti kegiatan Trisakti Tourism Expo 2024.
Usai demo masak, Dubes Tunisia beserta istrinya mengajak semua yang hadir menikmati makanan khas Tunisia, Couscous, yang disediakan tim Kedubes Tunisia siang itu. Acara kemudian ditutup dengan foto dan makan siang bersama di halaman kampus ini. (APL/Red)

