Dalam diskusi yang berlangsung lebih dari satu jam ini, kedua pihak membahas berbagai topik, termasuk kiprah PPWI selama 17 tahun, kolaborasi dengan Kedutaan Besar negara-negara lain seperti Kerajaan Maroko dan Kesultanan Oman, serta jejaring PPWI yang telah menjangkau Tunisia dan belasan negara di kawasan Arab dan Timur Tengah. Dubes Tunisia sangat terkesan atas penjelasan Abdul Rahman Dabboussi tentang PPWI dan kiprahnya memberdayakan masyarakat umum di bidang jurnalisme warga selama ini yang disampaikan dalam bahasa Arab.
Sebagai bentuk apresiasi, PPWI bersama mitra konsorsiumnya, Firsts Union Association yang berpusat di Lebanon, memberikan penghargaan berbentuk International Certificate of Appreciation dan menyematkan Pin PPWI kepada Dubes Trabelsi. Acara diakhiri dengan short interview atau wawancara singkat diikuti berfoto bersama.
Ketum PPWI, Wilson Lalengke, usai pertemuan menyampaikan kepada media ini bahwa pihaknya sangat berterima kasih atas sambutan hangat dari Dubes Tunisia terhadap kunjungan silahturahmi tersebut. “Atas nama PPWI saya menyampaikan ucapat terima kasih kepada Dubes Tunisia, Yang Mulia Dr. Mohamed Trabelsi. Ini merupakan sebuah kehormatan bagi PPWI dapat bertemu berdisuksi dengan Bapak Dubes yang memberikan sambutan hangat atas kunjungan ini,” ungkap tokoh pers nasional itu penuh semangat.
Untuk menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut, PPWI Nasional akan segera menyusun draft program kerjasama yang akan disampaikan kepada Kedutaan Besar Tunisia. “Semoga awal tahun 2025 mendatang, kita sudah bisa memulai implementasi kerjasama antara DPN PPWI dan Kedubes Tunisia untuk Indonesia,” tambah alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini sambil menambahkan bahwa PPWI telah memiliki Kepala Perwakilan PPWI di Tunis, ibukota Republik Tunisia, atas nama Ms. Hedia Bent Mokthar LOUATI.
Kunjungan PPWI ke Kedubes Tunisia ini diharapkan menjadi langkah awal yang produktif sebagai bagian dari partisipasi masyarakat sipil dalam mempererat hubungan bilateral antara Tunisia dan Indonesia, khususnya dalam bidang publikasi dan penyebaran informasi yang bermanfaat bagi kedua negara. (TIM/Red)

