Kabid media Deswanto menuturkan, tujuan kedatangan tim verifikasi faktual yakni silaturahmi serta memverifikasi data wartawan beserta media yang tergabung di PWRI Tubaba.
” Bagi mediia yang akan mengajukan kerjasama dengan Pemkab melalui Dinas kominfo perlu kami sampaikan terkait regulasi belanja media melalui E- Media dan E-Katalog,” ungkapnya.
Maka lanjut dia, perlunya data yang diperlukan tentu harus diverifikasi agar tidak terjadi kendala saat pengajuan kerjasama.
Sementara Kepala Dinas kominfo Tulang Bawang Barat Eri Budi Santoso mengungkapkan, verifikasi faktual tersebut bukan sebagai landasan diterima atau tidaknya kerjasama, namun untuk mengetahui keberadaan wartawan yang bertugas di Tubaba dan bernaung di organisasi pers.
“ Kami sarankan bagi wartawan yang belum mengikuti uji kompetensi (UKW) agar segera mengikuti. Karena hal ini akan sangat penting dan menambah wawasan bagi wartawan itu sendiri.
Ditempat yang sama pembina PWRI Tubaba H. Putra Jaya Umar mengajak wartawan yang tergabung di PWRI untuk selalu kreatif dalam karya tulisannya. Sehingga bisa menginspirasi pembaca dan mendorong percepatan pembangunan daerah.
” Saya berharap kepada wartawan yang tergabung di PWRI Tubaba agar kreatif meneribitkan tulisan yang konstruktif akurat dan berimbang,” ujarnya.
Menurut pria ramah ini wartawan sebagai kontrol sosial harus cermat dan cerdik dalam menerbitkan tulisan, sehingga beritanya akurat dan berimbang.” Peran media sangat diperlukan dalam hal pengawasan baik terkait kriminal,KDRT serta masalah penyimpangan sosial lainnya,” pungkasnya.(*).

