Sementara itu, menurut salah satu warga setempat yang enggan namanya disebut mengatakan, pembangunan jalan onderlagh itukan maunya pak wakil bupati masuk keladang dia.
“Jalan itukan sudah ditinjau juga oleh kadis pertanian beserta konsultan. Namun, infonya karena jalan menuju lahan wakil bupati berbelok-belok dan ada lebung yang harus ditimbun sehingga informasinya dalam waktu dekat akan dirapatkan wakil bupati,” bebernya.
Disisi lain, Wakil Bupati Lamteng I Komang Koheri saat dimintai tanggapan melalui via telepon mengatakan, tidak mengetahui terkait hal itu.
“Kita kan gak ngurusin urusan itu, ngapain lah ngurusin urusan itu. Namanya aspirasi kemana aja kan boleh selagi wilayahnya di lamteng. Ya intinya, kalau disitu ada perlintasan yang mengarah ke wilayah darma agung dan ada kebunnya disitu kita juga kan gak tau,” kilahnya.
Dirinya juga menepis bahwa APBD Perubahan ini tidak diambil oleh dirinya.
“Namanya bupati dan wakil bupati tidak boleh punya pekerjaan. Tapi saya gak tau urusan itu, saya gak masuk ke ranah itu. Kalaupun ada aspirasi masuk ke kampung kita ya namanya juga jalan di Lamteng,” tutupnya.
Sekadar diketahui, terdapat delapan titik proyek yang berada pada Dinas Pertanian dan tersebar di beberapa kecamatan dengan total nilai mencapai sekitar Rp3 miliar.
Dari delapan titik tersebut, sebanyak empat titik pekerjaan beserta konsultan perencanaan diduga diambil alih oleh Bupati Lampung Tengah dengan total anggaran sekitar Rp2 miliar, yang bersumber dari APBD Murni tahun 2025. Sementara empat titik lainnya diduga dikoordinir oleh Wakil Bupati dengan nilai sekitar Rp1 miliar, melalui APBD Perubahan (APBD-P) tahun yang sama. (*)

