Denny dan Merpati

Apa yang dikatakan Sri Paus menunjukkan bahwa beliau seorang universalis. Pinjam istilah Abdul Rachman, seorang asketis, yang rajin menulis di FB — Paus Fransiskus adalah “Rasul Tuhan Abad 21” untuk menyatukan semua agama di dunia.

Dari gambaran itu, misteri hinggapnya merpati di bahu Denny terkuak. Peristiwa “merpati Denny” terjadi tanggal 5 September 2024, sehari sebelum Paus Fransiskus meninggalkan Indonesia. Dan sehari setelah Denny menyerahkan lukisan artificial intelligence (AI) tentang Sri Paus yang tengah mencuci kaki orang Indonesia.

Apakah koinsidensi dua peristiwa simbolis itu kebetulan? No. Tuhan tidak bermain dadu, kata Albert Einstein. Tak ada peristiwa yang terjadi secara kebetulan.

Cerita Denny dan merpati itu, mungkin dianggap orang mengada-ada. Tapi bagiku, yang sudah berpuluh tahun bersahabat dengan Denny — kisah merpati di bahu Denny adalah sebuah simbol yang “menjanjikan” tentang kehidupan masa depan kita.

Lo! Kenapa?

Bagiku Denny bukan hanya seorang penulis produktif dan intelektual yang wawasannya sangat luas. Tapi juga seorang mistikus. Itulah sebabnya Denny sangat antusias menyambut kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia. Kesederhanaan hidup Sri Romo dan tekadnya yang kuat untuk “mencuci kaki penuh dosa manusia” agar tercipta perdamaian adalah kerja mistikus.

Tak banyak orang yang tahu, Denny adalah pecinta sufisme dan mistisisme. Tiap hari tertentu, Denny “uzlah” untuk berbicara dengan Tuhan. Mengadu dan berharap kepadaNYA agar semua ciptaan Tuhan hidup bahagia.

Budhy Munawar-Rachman — dosen filsafat Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta yang waktu mahasiswa kos bareng sama Denny — mengaku sering menyaksikan di tengah malam, anak Palembang itu “berbicara” dengan Tuhan. Denny dalam tafakurnya di malam sepi, tutur Budhy, tidak hanya berdoa, tapi juga berdialog banyak hal dengan Tuhan. Denny memang seorang mistikus, ujar Budhy.

Denny bercerita, saat usia 20-an tahun, pernah merasakan peristiwa mistis. Suatu ketika tubuhnya menggigil, Denny pun meracau, berbicara sendiri. Tapi bukan sembarang meracau, apa yang keluar dari mulut Denny adalah puisi.

Salah seorang temannya, menuliskan apa yang dikatakan Denny dalam kondisi menggigil itu.

Ternyata bait-bait puisi yang sangat indah dan ilahiah. Peristiwa semacam itu sering dialami oleh Denny.

Kembali ke laptop! Saat Denny mengapload foto merpati yang hinggap di pundaknya kala ia sedang menulis di hape, wartawan senior Dr. Satrio Arismunandar berkomentar, peristiwa itu merupakan tanda-tanda alam yang penting, apa yang akan terjadi pada Denny pasca 20 Oktober 2024.

Tanda-tanda apa Satrio? Indonesia akan lebih baik di era Prabowo? Atau sebaliknya lebih rusak?

Aku yang tidak sehaluan politik dengan Denny, pernah bertanya. Den, apakah kau tidak salah langkah menjadi konsultan politik Prabowo di Pilpres 2024? Bukankah Prabowo punya catatan hitam dalam sejarah hidupnya?

Denny pun menjawab, aku tidak hanya konsultan politik Prabowo. Tapi aku pun selalu berdoa dan berharap agar Prabowo menjadi pemimpin yang adil seperti Umar bin Khatab.

Seperti halnya Prabowo, Umar juga punya sejarah hidup yang kelam. Tapi ketika ia menjadi khalifah, Umar tercatat sebagai pemimpin sederhana dan adil. (*)

Penulis adalah Kolumnis, Anggota PPWI Bekasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *