“Wow, saya sangat terkesan. Polri memiliki assessment centre. Sangat teratur semua prosedur promosi yang telah berjalan. Sangat berbeda dengan sistem di Kepolisian Hongkong yang lebih sederhana. Dari diskusi ini saya mengambil banyak referensi yang nantinya akan kami coba aplikasikan di Kepolisian Hongkong,” puji Lau Lai-kwan Alice.
Usai diskusi, Kepolisian Hongkong diajak melihat Assesment Center. Di sini, delegasi Kepolisian Hongkong mendapat informasi lebih lanjut. Salah satunya tentang Satu SDM. SSDM Polri mengembangkan Satu SDM yang merekam data setiap personel Polri secara digital mulai dari mengikuti Pendidikan, aktif bertugas hingga pengakhiran dinas. Data ini bisa menjadi rujukan para pimpinan Polri untuk mengambil kebijakan terkait promosi kenaikan pangkat dan jabatan.
Delegasi Kepolisian Hongkong juga diajak melihat museum Polri dan mendapat penjelasan tentang sejarah Polri. Mereka sangat antusias melihat berbagai koleksi bersejarah dalam museum tiga lantai tersebut. Di akhir kunjungan di museum Polri, delegasi Hongkong juga disuguhkan film tentang Sejarah Polri di ruang theatre museum Polri.
Alice berharap kunjungan ini bisa semakin mempererat hubungan Polri dan Kepolisian Hongkong. Selama empat hari berada di Indonesia, Kepolisian Hongkong juga mengunjungi Divhubinter Polri dan Brimob Polri.
( ARSD )

