Polemik Transparansi Biaya Pelayanan Kepolisian, Wilson Lalengke: Sebaiknya Tempel Tabel Harga ala Restoran

Jakarta – Sebuah unggahan di media sosial memicu perdebatan hangat mengenai transparansi biaya pelayanan Kepolisian di Indonesia. Unggahan tersebut turut menampilkan pricelist tidak resmi untuk mendapatkan layanan polisi, dengan kisaran biaya bervariasi, mulai dari gratis hingga ratusan juta rupiah. Daftar harga tersebut tak pelak menjadi trending di lini massa hari-hari ini.

Postingan nyeleneh yang menyebar di media sosial dan group-group WhatsApp tersebut merupakan respon “kekecewaan” dan “kemarahan” masyarakat terhadap perilaku memalukan oknum Kapolsek Cinangka, Banten, yang menolak permintaan bantuan polisi dalam kasus rental mobil yang melibatkan anggota TNI Angkatan Laut yang berujung tewasnya pemilik mobil rental ditembak mati oleh oknum Kopaska TNI AL tersebut. Masyarakat menduga kuat penolakan polisi membantu masyarakat yang butuh layanan Kepolisian adalah akibat tidak disertai dana setoran untuk biaya pelayanan yang dimintakan.

Dalam daftar harga tidak resmi yang diunggah warga, turut dicantumkan rekaan tingkatan layanan, dari layanan biasa yang gratis hingga layanan super premium service dengan harga 400 juta rupiah. Selain setoran dana, pemohon bantuan juga harus menyertakan berbagai dokumen, seperti ijazah, buku nikah, dan lainnya.

Unggahan pricelist layanan Kepolisian itu mengundang berbagai tanggapan publik. Wilson Lalengke, seorang tokoh pers nasional yang getol mengkritisi Polri misalnya, mengatakan bahwa dirinya amat prihatin dengan kondisi kinerja Kepolisian Indonesia yang sangat buruk dan memprihatinkan. Slogan “Kami Siap Melayani Anda” yang tertulis besar-besar di bagian depan semua Kantor polisi hanya semboyan kosong tanpa makna sama sekali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *